Ini dia salah satu favorit pada Lebaran kemaren. Gue bener-bener tergoda dengan comment sang pemilik blog –Sylvie Gill- yang memuat resep ini. Kata anak dan suaminya sih, “enak tak terkira”. Siapa yang tak tergoda?
Resepnya juga tergolong simpel, bikinnya ga susah. Hasilnya, hmmm renyahhh bangettt. Satu toples habis dalam sekejap. Hehe sama seperti di keluarga Cemara
Ini gue muat juga resepnya ya. Tak lupa, comment provokatif itu
Terima kasih Mba Syl..mmmuaahhh…

P.S. Kue ini gue panggang dengan suhu 160 – 170 derajat Celcius selama 25 – 30 menit.
————————————————————————————-
Kue kering satu ini favourite nya Papap dan Cemara. Satu resep bisa habis dalam waktu sekejap. Rasanya enak tidak terkira begitulah komentar kedua ‘Cookie Monsters’ Syl di rumah ini. Kalau sudah kepingin kue yang satu ini, Syl bak putri raja, karena bisa minta apa saja pasti dituruti, asal membuatkan kue yang satu ini setelah permintaan Syl dituruti ). Resep asli, Ibu Djoko seorang kawan lama sewaktu Syl dan keluarga masih tinggal di Yangon (Ibu kota Myanmar).Selamat mencoba, dijamin ketagihan.
Bahan:
400 gram butter kalengan
200 gram gula pasir
400 gram terigu
250 gram cornflakes
2 kuning telur
1 sdt vanili cair
Cara membuat :
Kocok butter kalengan, gula, telur, dan vanili sampai putih.Lalu masukkan sedikit demi sedikit tepung terigu hingga rata.Kurangi kecepatan mixer ke bagian yang terendah, lalu masukan cornflakes.
Jangan terlalu lama, karena cornflakes akan hancur.Bentuk adonan dengan tangan sesuai selera.Adonan pun siap di panggang.

