Bitter-ballen

Category: Appetizers & Snacks, Cheese, Poultry

 

Banyak resep bertebaran untuk bitterballen ini. Termasuk yang dengan modifikasi keju leleh didalamnya. Yummy banget ya keliatannya. Nah hari ini gue praktekin deh.

Ternyata bikinnya ga susah-susah amat kok (gaya ya gue..?). Agak ribet di ngebuletin-nya aja. Lainnya ngga. Kalo seneng yang krenyes-krenyes, bulatannya dibuat kecil aja, jadi kulit krenyesnya lebih berasa..:-)
Apalagi gue pake breadcrumb, bukan tepung panir biasa. Lebih krenyes rasanya.

Resep ini gue modif sedikit dengan menambahkan keju mozzarella parut didalam bitterballen. Yummy..!

Bitter-ballen
Source : Buku ‘Snack Gurih Goreng’ -nya Rinto Habsari

‘Merupakan makanan khas Belanda. Dibuat dari adonan ragout yang agak kental lalu dibentuk bola-bola mirip kelereng. Pilih tepung panir bertekstur halus atau agak kasar untuk mendapat hasil goreng yang bagus.’

2 sdm mentega/margarin
1 batang daun bawang, iris halus
150 g tepung terigu
400 ml susu
½ sdt garam
1 sdt merica bubuk
½ sdt pala bubuk
250 g fillet dada ayam rebus, cincang agak halus
50 g keju Cheddar, parut

Adonan salut :
200 g tepung panir baru yang berbutir halus
2 butir telur, kocok rata
Minyak untuk mengoreng

Lelehkan mentega/margarine, tumis daun bawang hingga harum dan layu. Masukkan tepung terigu, aduk cepat dan rata hingga berbutir, tuangi susu, garam, merica, dan pala, aduk rata. Masukkan ayam dan keju Cheddar, aduk rata. Angkat, sambil aduk-aduk hingga adonan dingin.

Bentuk adonan menjadi bola-bola sebesar kelereng, celupkan ke dalam tepung panir – telur kocok – tepung panir. Timang-timang bitterballen untuk membuang sisa tepung panir. Diamkan selama 20 menit agar adonan salut menempel sempurna.

Goreng dalam minyak banyak dan panas di atas api besar hingga berwarna kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan, sajikan.

Untuk 30 buah.

Brownies Kukus a la Teh Uceu

Category: Cakes & Frostings, Chocolate, Desserts

 

Suka penasaran deh kalo di milis dan di gank lagi ngebahas satu cake yang katanya uenakk. Mana resep berasal dari salah satu moderator milis Teras Kuliner yang gue ikuti. Kenal pula dengan Teh Uceu. Teteh yang ini memang ga pelit bagi-bagi ilmu.
Makasi untuk resepnya ya Teh..kapann ya kita ketemu lagi..?

Oya, brokus yang ini resep-nya memang mirip-mirip dengan Brownies Kukus Bunda Tyas, yang sering gue bikin. Bedanya, disini ditambahin air, dan beda dibeberapa takaran bahan. Juga disini ga pake pasta mocca.

Soal rasa, hmm sama enakknyaa..tergantung selera masing-masing deh. Kalo seneng cake yang lembut, lebih cocok pake resep Teh Uceu. Tapi kalo seneng cake yang lebih legit (minyaknya lebih banyak), coba deh resep Bunda Tyas.

Met bikin yaaa..:-)


Brownies Kukus a la Teh Uceu
Source : Teh Uceu

1. Telur 8 butir
Gula Pasir 350 gr
TBM 1 sdm

2. Terigu 200 gr
Coklat bubuk Van Houten 90 gr
Susu kental manis 1/2 klg

3. Air 200 cc
4. Minyak 250 cc
5. coklat meises/DCC (untuk taburan)

Cara Membuat :
1. Kocok telur, gula pasir dan TBM sampai putih mengembang.
2. Masukkan terigu, coklat bubuk dan susu kental manis.
3. Matikan mixer, kemudian tambahkan air dan minyak kedalam adonan.
4. Siapkan loyang ukuran 22 cm yang telah dialasi kertas roti.
5. Masukkan ½ bagian adonan kedalam loyang dan kukus selama 15 menit.
6. Taburi dengan coklat meises/DCC.
7. Kemudian isi dengan ½ bagian sisa adonan. Dikukus lagi selama 25 s/d 30 menit.setelah matang keluarkan brownies dari loyang dan dinginkan.

Tapas Prawns

Category: Appetizers & Snacks, Main Courses, Seafood

 

Dedicated to my cyberfriend, Dayana di Banda Aceh. Day, coba juga yang ini. Nggampang, ga kalah gampang dibanding Garlic Chilli Prawns, tapi soal rasa, juga ga kalah lezatos. Oya, supaya lebih berasa gurih, bumbu-bumbu gue banyakin hingga 2 kali lipatnya..nyemm..nyemm..:-)

Enak banget ya, tinggal di dekat pantai dengan ikan, udang, kerang, dll yang berlimpah. Pencemaran logam berat tentu ga separah Teluk Jakarta, am I right?

Trus, sebelum ada yang nanya nih, tapas itu setau gue adalah makanan ringan a la Spanyol. Maklum, kurang familiar. Bener ga ya, Oni?

Tapi, di gue, berubah menjadi main course hehehe..

Tapas Prawns
Source : ‘Best Ever 500 Recipes’ book by Martha Day

‘These succulent prawns are simply irresistible as part of a tapas.’

Serves 4

30ml / 2 tbsp olive oil
4 garlic cloves, finely chopped
900g/2 lb raw Mediteranean prawns (large shrimp), peeled
40g/1 ½ 0z/3 tbsp butter
15ml/1 tbsp orange juice
Chopped fresh parley, to garnish

Heat the oil in a frying pan. Add the garlic cloves and cook for 1-2 minutes. Add the prawns and cook, turning gently, for 2 minutes. Stir in the butter and orange juice and cook until the prawns have changed colour. Sprinkle with chopped parsley.

Baronang Bakar Dabu-dabu

Category: Main Courses, Seafood

 

Wow..siang-siang disaat diriku laper berat, trus makan ini..duh nikmeh banget. Ingin rasanya terbang ke Menado untuk menikmati makanan ini langsung dari sumbernya. Deket-deket Bunaken gitu deh. Aww sayang ticketnya mahal hehehe..

Bener deh, enak dan sehat. Nyam nyam nyam..


Baronang Bakar Dabu-dabu
Source : Majalah Santap edisi 02 /Juli ‘03

‘Bumbu dabu-dabu membuat ikan bakar lebih istimewa. Anda juga bisa memakai ikan lain.’

Untuk 4 porsi

1 ekor ikan (500 g) baronang, bersihkan, beri keratan pada badannya
2 sdm air jeruk nipis
2 sdt garam

Dabu-dabu
50 g cabai merah keriting
6 butir bawang merah
3 cm jahe
1 sdm air jeruk nipis
2 sdt gula pasir
2 sdt garam
3 sdm minyak goreng panas

- Lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan 15 menit.
- Campur semua bahan dabu-dabu kecuali minyak, haluskan. Setelah itu baru campurkan minyaknya.
- Siapkan bara arang. Bakar ikan hingga setengah matang, lalu olesi dengan bumbu dabu-dabu dan bakar terus sambil sekali-sekali diolesi bumbu sampai bumbu habis.
- Setelah matang dan kecoklatan, sajikan dengan lalapan segar dan sambal dabu-dabu segar.

Info nutrisi (per porsi)
Energi : 237,5 kalori
Lemak : 11,4 g
Kolesterol : 87,5 mg
Serat : 0,2 g

Laksa Lemak

Category: Main Courses, Seafood, Vegetables & Fruits
 


Judulnya sih agak serem yaa, lemak gitu loh..tapi jangan anti dulu, santannya agak encer kok (btw emang maksudnya lemak dari santan gitu?) :-)

Laksa a la Singapura ini lumayan banget sebagai variasi sehari-hari. Isinya kumplit. Ada karbohidratnya, ada proteinnya, ada vitamin dari sayurannya, dll..bisa sebagai one dish meal.Let’s cook lah..!

Oya, karena doyan ebi, jumlahnya gue tambahin hingga dua lipatnya..wangi daun kemangi yang gue gunakan, dipadu dengan wangi ebi..menggugah selera !

Laksa Lemak
Source : Buku ‘Kaki Lima Singapura’ dari Primarasa

Bahan :
150 g bihun kering
8 buah bakso ikan
200 g udang
2 buah tahu @ 6×6 cm
2 sdm minyak goreng
2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
1.000 ml santan, dari ½ butir kelapa
2 sdt garam
1 sdt merica bubuk
150 g taoge, buang akarnya
2 sdm bawang goreng
Daun laksa/daun kesum

Bumbu halus :
10 butir bwang merah
2 siung bawang putih
2 cm kunyit
4 butir kemiri sangrai
2 buah cabai merah
1 sdm ebi bubuk
1 – 2 sdt terasi

Cara membuat :

Seduh bihun dengan air panas hingga lunak, tiriskan. Iris tipis bakso, sisihkan. Kupas udang, buang kulit dan kepalanya. Potong tahu masing-masing menjadi 6 bagian, sisihkan.
Panaskan minyak goreng dalam wajan/panci, tumis bumbu halus. Masukkan serai, aduk hingga berbau harum. Tuangi santan, timba-timba santan hingga mendidih.
Masukkan bakso iris, udang, dan tahu. Tambahkan garam dan merica, kecilkan apinya, teruskan memasak hinga seluruh bahan cukup matang, angkat.
Penyajian : bagi bihun dalam 4 mangkuk, tambahkan taoge dan siramkan kuah panas berikut isinya. Taburi bawang goring dan daun laksa sesuai selera. Hidangkan selagi panas.

Tips :
Daun laksa atau daun kesum adalah bumbu khas yang digunakan untuk hidangan laksa. Bila tidak ada, bisa menggunakan daun kemangi, tentu saja aromanya akan sedikit berbeda.