Mpek mpek Palembang

Category: Appetizers & Snacks, Seafood

Mpek mpek Palembang


Ineeee, resep mpek-mpek lu gue contek yaaaaaa. Secara terkenal gituhh;-)

Dah 2 kali bikin mpek-mpek ini. Yang pertama waktu blom punya food processor, ngulenin pake tangan. Hasilnya, susah dibentuk euy adonannya. Mungkin karena ga tercampur rata, jadi adonannya kurang mantaff gitu..malah encer.

Yang kedua, setelah punya food processor, trus airnya gue kurangin dikiiit, yah dikurangin 20 ml doang kale, lebih gampang dibentuknya. Syukur alhamdulillah bentuk jadi lebih ‘ketauan’ dibanding pengalaman pertama hehehehe.

Nah untuk kuahnya, secara harus browse lagi di postingan Ine sebelumnya (dan gue dah keburu masuk dapur, inet dah dimatiin..too much explanation..??hihihi), jadi gue pake resep yang ada di majalah Sedap.

Jadi ketagihan nih bikin mpekmpek..:-)
Makasi ya Ne..


Mpek mpek ala Ine Sena
Source : blognya Ine Sena

Bahan :
200 gr ikan tenggiri (dingin)
Tepung sagu + 1/2 sdm peres tepung teng mien = 150 gr
125 ml air dingin (air sebaiknya ditimbang menjadi 125 gr, karna gelas ukur suka beda2 takarannya)
2 siung bawang putih, haluskan
2 sdt garam
3 sdt gula

Cara membuat :

- Haluskan ikan tenggiri, bumbu-bumbu, dan 50 ml air menggunakan food proccessor hingga menggumpal.
- Masukkan sisa air, proses hingga tercampur rata.
- Masukkan campuran tepung, proses hingga tercampur rata.
- Siapkan wadah datar yg cukup luas, taburi dengan tepung tapioka.
- Sendokkan adonan di atasnya, baluri kedua tangan dengan tepung tapioka, supaya ketika membentuk adonan tidak menempel di tangan. Bentuk adonan bulat panjang untuk bentuk lenjer, sedangkan untuk mpekmpek kapal selam, tinggal potong dari bentuk lenjer tadi, pegang dengan tangan kiri, tegakkan, buat lubang dengan menggunakan jempol tangan kanan dibantu dengan jari-jari lainnya (duch, ribet…), lalu isikan sesendok teh kocokan telur (pokoke setengah tinggi lubang, biar waktu ditutup telurnya ga meluap keluar karena kepenuhan), tutup lubang dengan merapatkan sisi-sisi lubang tadi dalam bentuk satu garis (gimanalah bentuk mpekmpek kapal selam).
- Rebus dalam air mendidih yg banyak dan sudah ditambahkan sedikit minyak goreng agar ketika direbus tidak berbusa dan hasilnya mengkilat. Khusus untuk mpekmpek kapal selam, setelah dibentuk harus segera direbus. Kalo nggak, isinya bakalan merembes keluar deh…
- Jika mau dihidangkan, goreng dengan api sedang.


Kuah mpekmpek
Source : Majalah Sedap edisi ..aduhh ngumpet majalahnya, edisi berapa yaa..?

Bahan saus cuko :
500 gula merah,sisir halus
2250 ml air
190 gr asam jawa
1 ½ sendok teh garam

Bumbu halus :
6 buah cabe rawit hijau
1 ½ sendok makan tongcai
11 siung bawang putih, haluskan

Cara :
Rebus gula merah dan air sampai larut. Saring. Tambahkan bumbu halus, asam jawa, dan garam. Masak sampai matang.

Spiegeleikuchen

Category: Cakes & Frostings, Desserts, Vegetables & Fruits

Spiegeleikuchen

Menu hari ini, langsung ke dessert. Hmmm pertama kali liat photonya di Kedai Hamburg-nya Mba Retno, langsung ngeces..ngiler abis. Eh kebetulan pula nyimpen satu kaleng besar buah aprikot kalengan.

Rasanya asem-asem seger, gitu..kalo ga mau yang asem, mungkin bisa diganti dengan buah yang lebih manis seperti peach ngkali yaa..kalo yang ini kata gue, bukan kata Mba Retno hehehe.. buat yang seneng manis, pasti rasanya menjadi semakin mantafff..

Photo step by step pembuatan kue ini bisa diliat disini yaaa.. dibawah gue sertakan juga sedikit komen dari Mba Retno:-)

Oya,kelupaan,resepnya aku modif sedikit..supaya waktu memanggang lapisan 2 menjadi lebih cepat, gue tambahin telur kocok satu butir diadonannya. Eh hehehe belakangan baru tau kl ternyata vanille puddingpulver itu artinya semacam agar-agar gitu..nah sementara gue mengartikan bebas sebagai vanilli bubuk hahaha pantes, lama kerasnya. Gitu deh, jd kalo pake vanille puddingpulver beneran, ga akan perlu tambahan telur lagee hehehe..maklum deh, sok tau gue kumat lageeeeee…

Mba Retno, aku contek resepnya yaaa..makasi banyak Mba..:-)


“Spiegeleikuchen ini kalo diterjemahkan ke bhs. Indonesia jadinya Kue Ceplok telur. Memang setelah di tata buah Aprikose atau Apricot, tampilannya seperti ceplok telor. Sempat belajar kue jerman ini sama Mbak Yulis Huepper sewaktu masih di München. Bikinnya memang rada ribet sedikit, tapi nggak ada salahnya dicoba, jadinya lumayan agak banyak.”


Spiegeleikuchen
Source : Mba Retno


Bahan:

5 butir telur
250 g butter
250 g gula pasir
250 g tepung terigu
1 bks backpulver/baking powder
500 ml susu cair
1 bks Vanille puddingpulver
500 g atau 600 g schmand/sour cream
2 bks Tortenguss atau agar-agar
1 kaleng besar Aprikose (airnya dipisahkan 250 ml)
250 ml apfelsaft/juice apple

Cara:

Lapisan 1 (bolu): kocok 5 butir telur dan gula pasir dengan mixer kecepatan tinggi selama kira-kira 10 menit. Kemudian masukkan butter, kocok lagi setelah itu tambahkan tepung terigu dan backpulver, aduk rata. Masukkan adonan dalam loyang ukuran 28×40 cm. Panggang dalam oven suhu 200°C selama lebih kurang 15-20 menit. Sementara bolu di panggang buat lapisan 2 (putih).

Lapisan 2 (putih): 1 bungkus vanille puddingpulver campur dengan 2 sdm gula pasir, kemudian masukkan susu sedikit demi sedikit sampai tercampur rata. Masak sampai kental dan mendidih. Angkat, campur dengan schmand/sour cream sambil di aduk rata. Siram adonan ini di atas permukaan bolu (lapisan 1), kemudian panggang lagi dalam oven sekitar 15 menit. Tunggu sampai kue dingin, baru tata buah Aprikose diatas lapisan putih.

Lapisan 3 (bening): campur Tortenguss atau bisa diganti agar-agar dengan sisa air Aprikose (250 ml) dan 250 ml apfelsaft/juice Apple. Masak sampai kental dan mendidih. Siram di atas buah aprikose.

 

Nasi Buntut Bakar

Category: Main Courses, Meat

Nasi Buntut Bakar

Tadinya mo kasi liat ke temen-temen, majalah Chip yang dah memasukkan blog ini sebagai salah satu food blog dengan content dan desain menarik. Tapi blom sempet motret majalahnya sih, ntar deh yaa..:-)

Suka rice bowl? Yang ini bisa jadi alternatif hidangan. Ga susah juga membuatnya. Tapi so far,kalo mengolah buntut, gue selalu menggunakan presto. Susah lunaknya kalo direbus doang. Mungkin butuh waktu yang lamaaa sekali. Sementara kalo menggunakan presto, hanya dalam 20 menit, sudah lunak.

Hmm panci presto apa ya yang harganya terjangkau tapi kualitasnya lumayan? Panci presto lama gue dah perlu diganti neh. Payah deh, beli yang mur-mer, ehh umurnya pendek banget. Pegangannya dah ampir copot, seal karetnya dah ga bekerja sempurna hehehe. Ada harga, ada rupa, begitu katanya hehehe.

Oya, harusnya kecapnya tidak sebanyak seperti yang diphoto gue, disini kecapnya emang gue tambahin:-)

Nasi Buntut Bakar
Source : Buku ‘Rice Bowl’ – Sisca Soewitomo

Bahan :
2 mangkuk nasi putih
2 sdm minyak goreng
500 gr buntut sapi
6 sdm kecap manis
2 sdm madu
2 lembar daun jeruk
1 cm jahe
2 batang serai, memarkan
1 liter air

Haluskan :
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt ketumbar, sangrai
¼ sdt jintan, sangrai
30 gr gula merah sisir
1 sdt garam
½ sdt merica bubuk

Cara membuat :
1. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan buntut, kecap manis, madu, daun jeruk, jahe, serai, dan air, aduk rata.
2. Masak hingga buntut lunak dan kuah menyusut.
3. Panggang buntut hingga mengering, angkat.
4. Taruh nasi dalam mangkuk, tata buntut, tambahkan kuah bumbu merebus.
5. Sajikan hangat.

Brussel Sprouts Polonaise

Category: Vegetables & Fruits

Brussel Sprouts Polonaise

Makan sayur yuukkk…:-)

Resep aslinya menggunakan brussel sprout, sayuran yang seperti kol kecil berwarna hijau. Tapi gue ganti dengan cuciwis. Enyaakkk!


Brussel Sprouts Polonaise
Source : Buku ‘Olahan Lezat Sayuran’ dari Primarasa

Bahan :
500 g brussel sprout
1 sdt garam, untuk merendam
6 sdm mentega atau margarin
½ sdm air jeruk lemon
½ sdt garam
½ sdt merica bubuk
25 g tepung roti kasar
1 sdm peterseli cincang
1 kuning telur matang

Cara membuat :
Cuci brussel sprout dan buang daun terluar yang layu. Potong pangkalnya, biarkan utuh. Rebus brussel sprout bersama garam selama 10-12 menit atau hingga lunak, angkat, sisihkan.

Lelehkan 4 sdm mentega/margarine dalam wajan, masukkan brussel sprout, air jeruk lemon, garam dan merica. Aduk-aduk hingga tercampur rata, angkat.
Panaskan sisa mentega/margarine dengan api sedang hingga kecoklatan sambil diaduk-aduk. Masukkan tepung roti, masak hingga tepung kering dan berwarna kecoklatan. Tambahkan peterseli cincang, aduk-aduk, angkat.
Taruh kuning telur di dalam saringan di atas wadah. Tekan-tekan kuning telur dengan garpu hingga berjatuhan di dalam wadah.
Pindahkan brussel sprout tumis ke dalam piring saji. Taburkan tepung roti di atasnya, lalu taburi lagi dengan kuning telur, hidangkan.

Honey Chilli Chicken

Category: Main Courses, Poultry

Honey Chilli Chicken

Ayam lagee..ayam lagee. Herannya kok ga bosen-bosen yaa..
Nemu buku bagus ini di Gudang Buku – Pasar Festival. Toko buku yang cukup sering gue samperin. Harga buku disini miring abisss. Sebagian besar memang used books, tapi banyak juga yang baru, diambil dari toko buku terkemuka di Jakarta, seperti QB, Aksara, dll.

Seperti buku ini, diambil dari QB. Masih baru, tapi gue beli dengan harga miring doong.. Ahhh serasa di surga deh bisa beli buku bagus dengan harga miring:-) Hehehehe hiperbola abissss..


Honey Chilli Chicken
Source : ‘The Great Chicken Cookbook’, The Australian Women’s Weekly Cookbooks

1 tablespoon peanut oil
1kg chicken tenderloins, sliced thinly
1 tablespoon grated fresh ginger
3 red Thai chillies, seeded, chopped finely
1 large red capsicum (350g), sliced thickly
1 teaspoon cornflour
1 tablespoon soy sauce
1/3 cup lemon juice (80ml)
¼ cup honey (60ml)
4 green onions,chopped finely

Heat half of the oil in wok or large frying pan; stir-fry chicken, ginger and chilli, in batches, until chicken is browned.
Heat remaining oil in wok; stir-fry capsicum until just tender.
Blend cornflour in small jug with sauce, stir in juice and honey. Return chicken mixture to wok with honey mixture; cook, stirring, until mixture boils and thickens. Sprinkle with onion just before serving.

Serves 4

Serving suggestions
Serve with noodles or steamed rice.