Sate Ayam Rica dan Sambal Dabu-dabu a la Stephanus Hamy

Category: Main Courses, Poultry

 

Sate ayam ternyata banyak banget ya variasinya. Ini salah satunya. Lumayan lah untuk variasi…Cabe, jahe, daun jeruk dan daun kemangi membuat sate ayam ini wangi dan ‘segar’.

Gue sertakan juga resep sambal dabu-dabu. Untuk tumis daun pepaya, karena kurang doyan, jadi ga gue bikin, dan ga gue sertakan disini resepnya.Gampang kan nyari di Google? Pasti ada dehh..:-)


Sate Ayam Rica

Source : Stephanus Hamy (Majalah Santap edisi ekslusif 2006)

“Jika ingin aroma daging ayam lebih wangi dan gurih, sebaiknya rebus bersama daun jeruk dan serai”, saran Hamy.

Bahan :
2 potong ayam (400 g) dada ayam tanpa tulang
Tusukan sate

Bumbu rica
4 sdm minyak goreng untuk menumis
8 butir bawang merah, cincang halus
5 siung bawang putih, cincang halus
3 cm jahe, cincang halus
5 buah cabe merah, ulek kasar
3 tangkai serai, ambil bagian putihnya, memarkan
3 cm lengkuas, memarkan
6 lembar daun jeruk, iris halus
4 lembar daun pandan, iris halus
30 lembar daun kemangi, iris halus
1 sdt garam atau sesuai selera

Rebus daging ayam sampai matang. Angkat, potong ukuran 2x2x1 cm. Sisihkan.

Bumbu rica : panaskan minyak, tumis bawang merah, bawang putih, jahe dan cabe merah sampai wangi. Masukkan serai, lengkuas, daun jeruk, daun kemangi, dan garam. Aduk rata, angkat.

Campur daging ayam bersama bumbu rica. Simpan dalam lemari es sedikitnya 2 jam atau semalaman agar bumbu makin meresap.
Tusuk daging ayam berbumbu dengan tusukan sate. Bakar diatas bara api sambil sesekali olesi bumbu rica yang sudah ditambahi minyak goreng.
Angkat dan sajikan bersama tumis daun pepaya dan sambal dabu-dabu.


Sambal Dabu-dabu
Source : Stephanus Hamy (Majalah Santap Edisi Ekslusif 2006)

4 buah cabe rawit merah, potong kasar
4 buah cabe rawit hijau, potong kasar
2 buah tomat merah, potong dadu kecil
5 butir bawang merah, iris kasar
2 sdm air jeruk nipis
¼ sdt garam1 sdm bakasang*, jika suka

Campur cabe rawit merah, cabe rawit hijau, tomat, bawang merah, air jeruk nipis, dan garam.Aduk rata, sajikan.

*Bakasang adalah bumbu khas dapur Menado yang berfungsi sebagai penambah rasa dan aroma pada masakan. Berbentuk cairan, terbuat dari isi perut ikan yang difermentasi.

Another version of Rawon

Category: Main Courses, Meat

 


Asyyiikk..masak lagiii..
Beli daging rawon di Carrefour, besoknya langsung diolah. Beli telur asin juga, sebagai pelengkap.

Pengen nyobain resep rawon yang lain ah..dulu pernah nyobain bikin Rawon a la Fatmah Bahalwan, dan resep yang lain (lupa, sebelum punya blog sih bikinnya, jadi ga terdokumentasi).

Trus browsing di internet, dapet resep yang ini di Merry’s Kitchen. Wow websitenya menarik banget. Sangat informatif. Hebat euy..salam kenal ya Mba..:-)

Rawon tuh katanya lebih enak kalo diinepin semalam dulu, jadi bumbunya bener-bener ngeresep:-) Udah gue buktiin kok:-)

Disini rawonnya ga pake toge, karena toge yang gue siapin malah ditumis ama si mba. Salah gue juga sih ga pengumuman dulu. Hihihi..

Biar cepet empuk, dagingnya gue presto bersama air dan bumbu halus yang dah ditumis.

Makasi Mba Merry, ga papa ya resepnya gue posting disini? Makasi ya Mba..


Rawon
Source : http://www.melroseflowers.com/mkic/resep/kuah/rawon.html

Bahan:
300 gram daging sapi yang agak berlemak
100 gram tauge pendek, dicuci bersih
2 lembar daun salam
4 lembar daun jeruk
1 batang serai, dimemarkan
2 cm lengkuas/laos, dimemarkan
Garam dan merica secukupnya
6 gelas air

Bumbu yang dihaluskan:
4 butir bawang merah
2 siung bawang putih
4 butir kemiri
3 buah kluwek, diambil isinya
2 buah cabai merah

Cara Membuat:
Potong kotak-kotak kecil daging sapi.
Panaskan 2 sdm minyak goreng, tumis bumbu yang dihaluskan sampai harum bersama serai, lengkuas, daun salam dan daun jeruk. Tambahkan garam dan merica secukupnya.
Kemudian, di dalam panci yang sudah diisi 6 gelas air, masukkan potongan daging sapi dan bumbu yang dihaluskan, rebus sampai daging sapi matang dan empuk. Apabila air mengering, tambahkan lagi sesuai selera.
Hidangkan dengan menaburkan tauge pendek diatasnya dan hias dengan daun jeruk.

Untuk 3-4 orang.

Parcel Lebaran

Category: Cheese, Chocolate, Cookies & Bars, Vegetables & Fruits

 


Lebaran kali ini, gue dapet request dari hubby. Untuk siapin parcel sebanyak 10 buah, dengan isi kue-kue kering bikinan gue. Maklum, temen-temennya dah pada tau kalo gue suka bikin kue. Setelah nego, disepakati satu parcel cukuplah berisi 2 toples kuker. Ya iyalah, kalo 3 toples bisa gempor deh istrinya.
Mana seminggu sebelum Lebaran 2 asisten-ku dah pada pulang. No maid, no babysitter. Mana mungkin la yaa…Jasmine siapa yang pegang? :-)
Jadi sebelum mereka mudik, kuker dah harus beres semua. Termasuk untuk dirumah sendiri, oleh-oleh buat dibawa ke Medan, kasi mertua, kasi supir dan oleh2 buat keluarga asisten di kampung. Total yang harus gue siapin yah sekitar 40 toples, ditambah beberapa tabung mika cheese stick untuk tambahan.
Kuker wajib untuk masing-masing parcel adalah Kaastengel a la Anchor. Karena gue begitu senang bisa nemuin resep nyang itu, jadi kayaknya bahagia gitu bisa ngasi sesuatu yang mnurut kita enyyak bangettt.

Trus pasangannya divariasi deh, Corn flake Cookies a la Sylvie Gill yang juga enyyaakk bangett itu (gue bikin rada banyakan, biar pas pasangannya manis dan asin), Nastar Keju, Sagu Keju, Corn Flake Strussel, Chocolate Toffee Bar, hmm apalagi ya? Oya, Lidah Kucing Keju a la Anchor (resep blom gue posting). Ditambah skitar 15 tabung mika cheese stick dan kawan-kawan.

Lumayan gempor, walo bikinnya nyicil. Kesalahan gue juga, ga ngajarin asisten untuk bantu ngerjain. Bantuinnya hanya ngayak, cuci-cuci, ngoles loyang dengan mentega. Model-model gitu doang. Mustinya kan gue ajarin ngebentuk nastar, ngebentuk kaastengel, dll. Karena dibagian itu yang makan waktu.

Maklum deh, maid gue rada o’on. Jadi untuk ngajarinnya juga butuh kesabaran extra. Nah itu yang gue ga punya hahaha.
Sut, kembali ke parcel. Trus kemasannya apa ya? Hunting lah gue ke Mjestik. Ada banyaaak macem kemasan parcel disana. Sebenernya gue naksir yang kemasan karton keemasan trus diatasnya mika polos gitu. Minimalis dan elegan. Tapi gue pikir2 lagi, kemasannya ga bisa kepake lagi dong. Ga bisa buat nyimpen-nyimpen barang gitu.
Akhirnya gue pilih yang ini. Etnik, gue suka. Dan kotaknya masih bisa dipake lagi.Sengaja gue pilih yang rada tertutup supaya lebih rapi keliatannya. Jadi kalo kue dalam toples berantakan, ga bakal keliatan hehe. Trus gue tambahin pita bunga diatasnya. Diisi dengan 2 toples kuker. Cukup lah. Toh parcel ini juga buat temen-temen hubby kok. Termasuk boss-nya (mungkin lebih tepatnya partner senior, karena hubby wiraswasta).
Ga harus yang mahal to? Menurut gue, personal touch yang bikin parcel gue jadi ‘mahal’. Hehe. Emang ga cape bikin kuker sebanyak itu? Hehe..

Gitu deh. Hubby keliatannya senang dengan ‘karya’ istrinya. Mudah-mudahan semua yang nerima kuker bikinan gue senang ya..:-)

Lebaran 1 Syawal 1428 H

Category: Family, Shopping & travelling

 


Akhirnya, kembali ke aktifitas semula. Setelah libur Lebaran, setelah mba2 balik dari mudik, setelah kami pun kembali dari Lebaran di Medan, sekarang kehidupan kembali seperti semula.

Mo cerita-cerita dikit ah soal libur Lebaran kali ini. Kami merayakannya di Medan, Sum-Ut, karena keluarga besar dari pihak nyokap gue, kumpul di Medan. Sekalian mendoakan sepupuku di Medan yang mo naik haji taun ini.

Karena harus nyesuaiin dengan schedule Papa Jasmine yang cukup ketat, kami sepakat hanya 3 malam saja di Medan. Berangkat 13 0ct malam, dan balik 16 Oct malam. Ticket pesawat pun dibeli last minute, untungnya masih dapet harga yang masih terjangkau.

Di Medan ngapain aja? Tentu berkumpul dengan keluarga besar merayakan Hari Raya Idul Fitri. Berkunjung ke rumah sepupu-sepupu, bermaaf-maafan, menikmati hidangan Lebaran, dll.

Sempet deh satu malam ke daerah Glugur, nyari durian. Durian Medan emang maknyus deh. Legit gitu. Sayang kok hanya durian pertama aja yang enak yah, durian ke dua dan ketiga kok biasa ajah. Maklum, kita ga milih-milih sendiri, diserahin sepenuhnya ke penjual. Kuciwa dikiitt.

Oya, sempet mampir ke Istana Maimun juga. Aduuhh sedih yaa ngeliat kondisi istana itu. Lantainya kok kayak ga pernah dipel ya..?Padahal tegel-nya indah dan antik. Sayang debu dimana-mana. Padahal sebenernya banyak yang indah di dalam istana itu, tapi jadi nyaris sirna karena kurang terawat dan berdebu. Rumput dihalaman juga tak terurus, sudah panjang-panjang dan bersemak. Sayang sekali..

Di istana ini sempet berlagak menjadi raja dan permaisuri sehari hehe. Ada tempat penyewaan bajunya sih, lumayan murah, Rp 15 ribu untuk satu set kostum termasuk perhiasan perorang.


Hmm trus bersama keluarga besar jalan-jalan ke Danau Toba dan Pulau Samosir. Nginep semalam di Danau Toba cottage milik TD Pardede (CMIIW). Lumayan enak tempatnya. Lokasi persis di pinggir Danau Toba. Liat deh view dari kolam renangnya..asyik ya..?


Trus dengan menyewa satu kapal bermuatan sekitar 30 penumpang, kami menyeberang ke Pulau Samosir. Menuju ke Tomok.


Sesampe disana, hmm banyak toko-toko kecil yang menjual souvenir. Ada kaos bertuliskan Danau Toba, ulos, tas-tas etnik, topi, dll. Sayang gue kurang bernafsu untuk belanja, karena kalo ngeliat tas-tasnya sih bukan asli dari Danau Toba gitu. Sok tau deh gue. Gue tanya ke penjualnya, eh katanya berasal dari Tasikmalaya juga hehehe. Mo beli ulos, kok ga nemu yang sesuai selera.

Akhirnya terduduklah gue di satu restoran kecil, makan es krim dan Pringles, sembari memangku Jasmine, nungguin Papa Jasmine dan sodara-sodara yang dah nyebar kemana-mana.

Udah puas mereka keliling-keliling, tiba saatnya kembali ke cottage. Gue, hubby n Jasmine dah harus balik ke kota Medan, karena harus mengejar penerbangan ke Jakarta.

Meninggalkan sodara-sodara yang masih kumpul-kumpul di cottage (bermain jet ski..eh bukan jet ski, tapi skuter modifikasi ding), kami dengan menumpang satu mobil yang disetirin supir sepupuku, langsung berangkat ke Medan, dan langsung ke airport. Sempet makan siang dulu di restoran Garuda dan beli oleh-oleh dulu di toko Saudara.

Untung pesawat hanya delay 30 menit, jadi Jasmine ga boring, ga kecapean, dan ga ngamuk-ngamuk seperti pada penerbangan menuju Medan. Ketika itu, Jasmine menangis kencangg sekali (teteuup sambil meronta-ronta), sampe gue harus menggendong dia bolak-bolak dari depan hingga belakang di dalam pesawat untuk menenangkannya. Hehehe terulang lagi kejadian yang sama ketika kami berlibur ke S’pore dan KL.

Kami Mama dan Papa-nya hanya bisa tersenyum sambil berkata ‘Nikmati aja Pa..’ ato ‘Nikmati aja Ma..’ hehehe.

Begitu deh cerita Lebaran tahun ini. Lumayan deh sempet liat danau dan liat yang ijo-ijo. Lebih asyik lagi, eh ternyata semua biaya cottage dan kapal ditanggung oleh sepupu saya. Waduh, nerima reimburse ticket pesawat dan hotel di Medan ga? hehe kidding Kak Adhe dan Bang Cong. Makasi banyak ya Kak, Bang..senang sekali liburan kali ini:-)

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H

Category: Uncategorized

Dear friends,

Anne, Vijaya, & Jasmine