KBB #9 : Classic Puff Pastry (Pate Feuilleteee)

Category: Cheese, Desserts

 

Ga berasa, KBB dah tantangan ke #9 aja loh..:-)

Ternyata pula, diriku dah 6 kali berturut-turut ngerjain semua tantangan dari KBB. Dapet award ini deh…cingkyu, KBB:-)

Nah tantangan ke 9 ini, disaat diriku lagi males banget masuk dapur, males banget motret-motret..kepengaruh krisis global dan perang di Jalur Gaza juga tampaknya..:-)  Duh, kapan sih perang, kemiskinan, dan kekerasan dihapus dari muka bumi? Moga2 segera tercipta damai di Jalur Gaza dan seluruh muka bumi yaa..Aminnn..:-)

Hmmm puff pastry. Enaakkk, doyaannn..tentu. Dannn..bikinnya hiks ribet bo. Karena ribet itu, cukup sekali ini deh gue bikin puff pastry sendiri. Males ngegilingnya bo. Apalagi karena resep ini menggunakan butter (bukan korsvet), jadi lebih susye. Tau sendiri kan butter cepet leleh. Jadi waktu ngegiling, musti gerak cepat. Sebelum butter keburu leleh, dan bocor kmana-mana. Padahal ngerjainnya udah persis di depan AC hehe.

Trus karena sering bocor, gue bedakin tepung deh semua titik bocornya. Sepanjang acara ngegiles dan ngelipet, selalu ada bocornya. Walo kecil2 sih..mungkin karena kebanyakan dibedakin ini, hasil akhirnya jadi kurang crispy. Hiks..

Selesai ngelipet 6 turns, diinepin semalaman dikulkas. Besoknya gue diemin disuhu ruang sebentar, trus digiling lagi hingga ketebalan sekitar 0.3 – 0.4 cm. Maunya yang gampang ajah, secara rumah dah berantakan abis gara-gara project ini hehehhe. Gue bentuk pinwheel ajah. Gampang kan..tinggal diolesin filling, trus digulung deh. Trus dipotong2 melintang, taruh loyang, oles kuning telur..siap dipanggang.

Filling gue bedain 3 macem. Yang satu, selai blueberry plus keju cheddar parut.  Yang kedua, palm sugar plus raisin/kismis. Yang ketiga, palm sugar plus gula pasir kasar.

Luarnya gue olesin kuning telur, dan sebagian ditaburin gula pasir.

Panggang deh. Setelah 10 menit, intip oven. Kok kurang ngembang yah. Gue naikin dikit suhunya sebentar. Trus gue balikin ke suhu semula (220 derajat Celcius). 5 menit kmudian, suhu diturunin menjadi 180 derajat Celcius. Hingga agak kecoklatan. Angkat. Dinginin sebentar, santap deh…

Hmmm..kayaknya kurang sukses nih project kali ini. Kok beda bener ama puff pastry yang biasa gue beli diluaran..kurang crispy, kurang krenyes-krenyes..ahh kapok deh bikin puff pastry sendiri..kalo pake korsvet sih masih mau deh hehehhe…

Ini resepnya. Puanjangggg yaaa….gue selipin foto step by step di dalamnya..:-)

Makasi untuk ibu2 host project kali ini yaitu Mae dan Rachmah..thanks yaaa…

KBB#9 – Classic Puff Pastry (Pate Feuilletee)
—————————————————-
Source: King Arthur Flour 200th Anniversary Cookbook

1 pound (4 cups) unbleached all purposed flour/plain flour/tepung terigu (or 3 ½ cups all-purposed/plain flour + ½ cup cornstarch/cornflour-atau dengan menggunakan 3 ½ cup tepung terigu dicampur dengan ½ cup tepung maizena)

1 pound (4 sticks) unsalted butter/mentega tawar, ½ stick chilled/dinginkan, the rest at room temperature/sisanya di suhu ruangan
1 – 2 tsp salt/garam (1 for sweet, 2 for savory/1 untuk yang manis, 2 untuk asin)

1 ¼ cups cold water/air dingin (or substitute it with 1 Tbs lemon juice for 1 water if you wish to further temper the gluten in the flour/atau ganti dengan 1 sdM sari jeruk lemon jika diinginkan untuk lebih melunakkan gluten di tepung)

*Dough:
——–

 

Measure the flour into a mixing bowl. Remove ½ cup and set it aside in another bowl.

Timbanglah tepung di dalam mangkuk mixer. Ambil ½ cup dan sisihkan di dalam mangkuk lainnya.

Take the half stick of chilled butter, cut it into small pieces and drop it into the flour. With two knives, a pastry blender or your fingertips, cut or rub the butter into the flour until it resembles cornmeal.

Gunakan ½ batang mentega yang didinginkan tadi, potong2 kecil2 dan masukkan ke dalam tepung. Menggunakan dua buah pisau, blender (dengan fungsi pastry) atau menggunakan jari-jari anda, potong atau remas-remas mentega ke dalam tepung hingga menyerupai remah-remah roti atau cornmeal.

Add the salt (and optional lemon juice) to the water and add this to the flour. Mix gently with a fork until you have a rough dough that pulls away from the sides of the bowl. If you need to add more water, do it a tablespoon at a time until the dough holds together.

Tambahkan garam (dan sari jeruk nipis, jika pakai) ke dalam air dan masukkan campuran ini ke dalam tepung terigu. Aduk perlahan memakai garpu hingga adonannya tercampur rata dan tidak melekat di sisi2 mangkuk. Jika masih memerlukan air, tambahkanlah sesendok makan setiap kali penambahan hingga adonan tercampur rata.

Turn the dough out onto a lightly floured surface and knead until it is smooth and the gluten has been somewhat developed, about 2-3 minutes. Wrap it in plastic and refrigerate for at least 30 minutes.

Letakkan adonan ke atas permukaan/meja yang sudah ditaburi tepung, dan uleni hingga lembut dan gluten-nya sudah terbentuk, sekitar 2-3 menit. Bungkus dengan plastik dan biarkan dingin di kulkas selama 30 menit.

*Butter
———

                                                                                                                     

Take the remainder of the butter and the reserved flour and mix the two together until they’re well blended and smooth. You can do this with a mixer, a food processor or with a spoon, by hand.

Ambil sisa mentega dan tepung yang disisihkan tadi, campur keduanya hingga tercampur rata dan lembut. Anda bisa mencampur kedua bahan ini dengan menggunakan mixer, FP atau sendok, tangan.

Pat this butter/flour mixture into an 8-inch square on a lightly floured piece of waxed paper. Cover it with second sheet of waxed paper and refrigerate it for at least 30 minutes. By mixing the butter with flour, you stabilize it somewhat so it won’t decide to ‘flow’.

Campur adonan ini sambil ditepuk-tepuk dan dijadikan segiempat dengan ukuran 8 inci di atas waxed paper yang sudah ditepungi. Tutup dengan selembar waxed paper lagi dan dinginkan di kulkas kurleb 30 menit. Dengan mencampur tepung dan mentega, anda menstabilkan adonan supaya tidak meleleh.

Rolling-Folding
—————-

Remove the dough from the refrigerator and put it on a lightly floured surface. Gently roll it into a square about 12 inches on a side. You don’t have to be obsessive about the dimension but be pretty close.

Keluarkan adonan dari kulkas dan letakkan di atas permukaan/meja yang sudah ditepungi. Gilas perlahan ke samping hingga membentuk segiempat kurleb 12 inci. Tidak perlu terlalu obsesif menjadikan adonan berbentuk segiempat tapi setidaknya sudah hampir menyerupai segiempat.

Put the butter square in the centre of the dough square but turn it so that the corners of the butter square point toward the sides of the dough square. Fold the corners of the dough over the butter until they meet in the middle. Pinch and seal the edges of the dough together.

Letakkan balok mentega/tepung tadi di tengah2 adonan yang sudah berbentuk segiempat, sehingga sudut-sudut balok menunjuk ke sisi-sisi adonan tadi. Lipat sudut adonan ke atas balok mentega/tepung sehingga setiap sudut adonan bertemu di satu titik di tengah2nya. Lekatkan sisi-sisi adonan ini satu sama lainnya.

Turn the square over and tap it gently with your rolling pin or by hand into a rectangular shape. Rolling the dough into a larger rectangle 20 inches long and 10 inches wide.

Balikkan adonan segiempat ini dan tepuk2 perlahan menggunakan rolling pin atau tangan membentuk persegi panjang. Gilas adonan hingga membentuk persegi panjang yang lebih lebar dengan ukuran 20 inci ukuran panjang dan 10 inci ukuran lebar.

                              

When the dough is the right size, fold the bottom third of the dough up to the centre and the top third over and turn the dough package ¼ turn to the right so it looks like a book ready to be opened. If the dough is still nice and cold and still relaxed, do another rolling and turning the same way. (If it begins feel too soft or wants to resist being rolled, cover it, put it on a small baking sheet and refrigerate it for 15 minutes).

Jika adonan sudah pada ukuran yang benar, lipat sepertiga adonan bagian bawah ke tengah-tengah adonan, begitu juga sepertiga adonan bagian atas lipat ke arah tengah adonan, kemudian lipat lagi ¼ adonan ke arah kanan, sehingga kelihatan seperti sebuah buku yang siap dibuka. Jika adonan masih bagus dan dingin serta masih relaks, gilas sekali lagi dan lipat seperti tadi. (Jika masih terlalu lunak dan tidak dapat digilas lagi, bungkus/tutup, letakkan ke atas loyang dan dinginkan di kulkas selama 15 menit, sebelum digilas dan dilipat seperti tadi).

If you’ve successfully rolled it out and folded it twice, you’ve completed 2 turns. Classic puff pastry gets six. Continue refrigerating it after each 2 turns (or more often if necessary) until all 6 turns are completed.

Jika anda sudah sukses menggilas dan melipatnya dua kali, berarti anda sudah menyelesaikan 2 turns. Classic puff pastry turn 6 kali. Lanjutkan mendinginkan adonan selama 2 kali turning (atau lebih jika diperlukan—misalnya jika adonan terlalu lembek) hingga 6 turns sudah diselesaikan.

*Chill
——–
When all 6 turns are done, put the dough in the refrigerator for at least an hour (and preferable overnight) before shaping.

Jika sudah selesai 6 kali turning, letakkan adonan di kulkas dan dinginkan selama sekurang2nya 1 jam hingga semalaman sebelum dibentuk.

*Shaping
———-

After being thoroughly chilled, the dough can be shaped into croissants, patty shells, twists, straws, etc. Scraps can be chilled and rerolled.

Setelah selesai didinginkan, adonan dapat dibentuk menjadi croissants, patty shells, twists, straws, dsb. Sisa2nya dapat didinginkan lagi dan digilas lagi.

*Freezing
———–
Like other pastry doughs, you can freeze puff pasty in a non-self defrosting freezer for up to a year if it’s well wrapped. It can also be frozen at any time during rolling, folding, turning process. Defrost it thoroughly before you use it, just to make sure it does not get too soft.

Seperti adonan pastry lainnya, puff pastry dapati dibekukan hingga satu tahun jika pengemasannya bagus. Dapat juga dibekukan pada setiap proses manapun (pada proses penggilasan, pelipatan, dan turning). Defrost (biarkan dalam suhu ruangan) dulu sebelum digunakan, hanya saja harus dipastikan jika adonan tidak betul2 menjadi terlalu lunak.

Another version of Cornflake Cookies

Category: Chocolate, Cookies & Bars

Holla! Pa kabar?

Seneng deh bisa share resep ini. Gue suka dengan hasil akhirnya yang sangat-sangat crispy. Bikinnya juga gampang dan hasilnya buanyyaakk..

Trus oya, gue mo share ini juga ahh..belakangan gue suka ngakak dan terhibur abisss kalo mampir ke blog2 ini : Miund dan Suhu.  Huahahahaha coba deh mampir, dan siap-siap ngakak abisss…duh..pengen deh kenal ama mereka..kayaknya hidup bareng mereka tuh seru banget yahh..cekakak cekikik mlulu..

Yang Miund, cewe gendut *oooppsss* lucu yang tinggal di Jkt dan kerja dibidang kreatif gitu deh. Ni cewe lulusan salah satu universitas di Bandung, n masih suka maen ke Bandung. Seperti (mantan) warga Bandung kebanyakan lainnya, gue klik n suka banget kalo ada cerita2 yang berhubungan dengan kota Bandung. Nostalgia gitu deh..tapii yang paling bikin betah mampir ke blog ini yaa karakter si Miund tea..ngocol abisss…cuek n tampil apa adanya..

Trus yang kedua, Suhu Panda (hihihihi). Seekor Seorang Civil Engineer tambun asal Malang, lulusan universitas terkenal di Singapore dan bekerja sebagai Site Engineer di Singapore. Selain orangnya kocak abissss, kerjaannya sebagai Site Engineer banyak menyisakan cerita ngenes bin lucu, versi Suhu. Banyak story khas anak kost (eh apa asrama ya? Blm baca semua sih), khas insinyur sipil, khas yang muda yang bercinta (uhuyyy) disini.. ahh seru bangett deh..coba mampir deh..siap-siap ngakak dan ketagihan hhiihihihi..

Cekakak cekikik enaknya ada kudapan yaa..naaa cookies ini cocok niiyy..hihihi maksa..

Sebenernya gue bikin kukis ini untuk Lebaran kmaren. Tapi blm diposting juga. Baru sekarang deh..

Resep dari Mas Hendra Utomo, di VCD 10 Macam Kue Kering Favorit keluaran Tabloid Lezat

CORNFLAKE COOKIES

Source : Hendra Utomo

 

Bahan A :

Mentega 450 gr

Gula halus 400 gr

Garam ¼ sendok teh

Vanili bubuk ¼ sendok teh

 

Bahan B :

Telur ayam 3 butir

 

Bahan C :

Tepung terigu protein rendah 600 gr

Baking powder 10 gr

Baking soda 7 gr

 

Bahan D :

Cornflake 300 gr

Cokelat chip 200 gr

 

Cara membuat :

1.       Masukkan bahan A hingga putih dan halus, masukkan bahan B, kocok sebentar, matikan mixer.

2.       Masukkan bahan C, aduk  hingga rata, jangan terlalu lama mengaduk agar kue kering tidak keras, tambahkan bahan D, aduk rata.

3.       Ambil satu sendok makan adonan lalu letakkan  di atas loyang kue kering yang telah dioles tipis dengan mentega putih. Istirahatkan selama 1 jam.

4.       Panggang selama 20-25 menit dengan suhu 160 derajat Celcius hingga matang, angkat.

 

Welcome to Ambrosia

Category: Uncategorized

Yippiieeeee…..

Senangnya hatiku..akhirnya Ambrosia-ku launching juga hehehehe…

Walo masih perlu perbaikan disana-sini, ga papa deh, sambil jalan dikerjain pelan-pelan..

Dengan bantuan ‘adikku’ yang cuakeeppp (n still available hihihi..thank you so much Bay), Bayu Albelly , Ambrosia ini kami persiapkan secara marathon siang malam, ga tidur 2 bulan,ga mandi 5 minggu, ga makan 10 hari hehehehe..

So, welcome everyone n selamat ngubek-ngubek Ambrosia..:-)