Happy B’day, Papa..!

Happy B’day, Papa..!

Happy B’day, Papa..!

Allo man teman semua, pa kabar?
Bagaimana libur Lebarannya? Cihuy dong..

Sbelum cerita libur Lebaran, gue mo posting ini dulu ahh.

Hubby ultah yang ke 34 pada tgl 15 Oct kmaren. Tadinya gue mo bikin cake yang rada spektakuler *mnurut kmampuan gue yang ala kadarnya ini*, mo bikin cake dua tingkat trus di lapis fondant dengan dekor yang keren..tsaahhh…

Tapi setelah gue bongkar2 isi lemari, kayaknya stok buttercream sudah harus dikaryakan nih. Ya sut, dekor pake buttercream ajah.

Cari2 ide apa yah..bingung banget. Sampe tercetus bikin ini ajah..yihaaa..langsung semangat.

Kenapa semangat? Karena tidak dibutuhkan kemampuan menggambar (freehand) disini. Iya, gue kan ga bisa banget nggambar freehand. Ga ada bakat sama sekali. Nah, dengan metode ini, gue tetep bisa membuat dekor yang cantik..:-)

Walo tema ga jauh2 dari b’day cake utk hubby sebelumnya, standar bangettt, pake loyang hati hehehe

Biarlah, yang penting pesan cinta tersampaikan ..uhuyyy..

Fotonya ala kadarnya, maklum yaa..yang penting keliatan jelas kan..?

Cara bikinnya bgini. Ngkali ada yang tertarik pengen tau..:-)

Pertama, tentukan gambar yang akan dipake. Seperti pada cake ini, gue cari2 di Om Google, bentuk hati dengan desain seperti renda/lace. Ketemu gambar ini, gue sesuaikan ukurannya dengan ukuran cake dan diprint deh.

Kedua, letakkan gambar tersebut di atas loyang datar ato diatas meja. Rekatkan dengan selotip, supaya ga ‘jalan-jalan’. Kemudian tutup/lapisi dengan silpat yang tembus pandang. Selotip juga yaa..

Ketiga,mulai deh menggambar renda tersebut. Gampang banget karena tinggal ngikutin pola dari gambar dibalik silpat. Nyontek kayak waktu SD itu loh..:-)

Warna bisa dimodifikasi sesuai selera.

Menggambar menggunakan buttercream yang dimasukkan ke dalam plastik segitiga, dan dibolongi (kecil) ujungnya. Setelah outline jadi, masukin kulkas sebentar supaya buttercream mengeras.

Warna garis meliuk-liuk/outline gue pilih warna burgundy, background menggunakan warna pink dan putih.

Keempat, isi dengan warna background. Mengisi warna background ini rada tricky. Harus penuh dan harus rata. Kalo tidak penuh, akan terlihat bolong-bolong nantinya, ga cakep:-)

Terus terang, gue kewalahan disini. Rasa-rasanya sudah penuh, setelah gue intip dibalik silpat, ternyata masih ada yang bolong.

Beberapa kali silpat dimasukin ulang ke kulkas, karena gambar/outline-nya keburu lembek lagi…:-)

Dasar buttercream background harus rata. Karena dasar ini nanti yang akan terekspos, setelah gambar dibalik di atas cake. Membuat dasar background yang rata juga susye nek..

Nah disini gue baru mikir, kenapa gue bikin pake buttercream yaa? Kenapa ga pake meringue powder ato royal icing yaaa..dimana lebih encer dan lebih mengalir gitu, sehingga otomatis akan memenuhi semua daerah kosong..jadi mustinya hasilnya juga jauh lebih cakep..

Nanti akan gue buktikan:-) mudah2an ga salah…

Kelima, lagi-lagi masukin ke kulkas, sehingga mengeras. Setelah mengeras, dengan posisi terbalik (gambar/buttercream dibawah dan silpat diatas), tempelkan ke atas cake yang sudah dioles buttercream. Setelah menempel, perlahan-lahan lepaskan silpat dari butercream.

Untuk finishing, dekor deh dinding cake dengan dekor kesukaan masing-masing.

Jadi deh..:-)

Gue seneng dengan hasilnya karena akhirnya gue bisa membuat gambar yang ciamik di atas cake. Selain itu, permukaannya yang rata itu enak banget dilihat. Seperti melihat lukisan hehehe…

Walo kalo dilihat dari deket, hmm jauh lah dari hasil karya para profesional. Masih kurang rapi, permukaan masih ngga rata, dan lain-lain.

Pengen nyobain nih kalo pake royal icing gimana yah hasilnya? Enaknya pake meringue powder, jadi ga perlu dipanggang lagi. Nti yeee…

Kalo berasa ribet dengan motif seperti ini, gunakan saja motif yang jauh lebih simple.

Last but not least, Happy Birthday hubby-ku tercinta…!

Semoga sehat selalu, dilancarkan rezekinya, makin sayang dengan keluarga, dan selamat dunia akhirat, Amin..:-)

Tantangan KBB #5 : Banoffee Pie

Tantangan KBB#5 : Banoffee Pie

Banoffee Pie

Banoffee Pie

Ada bagusnya juga ngerjain peer deket-deket deadline. Banyak pengalaman teman2 yang udah ngerjain yang bisa dijadiin pelajaran. Maklum, yang udah bikin biasanya laporan di milis berikut curhat kendala2 yang mereka hadapi.

Terutama soal filling, waktu memasak gue perhatiin bener, jangan sampe kelamaan yang bisa mengakibatkan karamel menjadi keras.

Saking ati-atinya, persis 4 menit teng (detik juga gue itung hehehe) sesuai petunjuk di resep, jika menginginkan filling yang agak cair.
Hasilnya sesuai harapan. Cihuy dah..

Karena dah beberapa kali bikin kulit pie, jadi ga terlalu khawatir. Bikin fillingnya juga keliatannya gampang. Aiihh belagu nian. Cuma musti kasi perhatian di soal waktu memasak ajah.

Hasil akhirnya, memuaskan buat gue. Rasanya enak (kata hubby agak kemanisan sedikit), walo agak beleneq, tapi mau lagi dan lagi. Sekali makan sih dikit ajah. Tapi percaya deh, setengah jam kemudian pengen lagi hehe setidaknya itu yang gue rasain hahaha.
Abis emang doyan manis siiyyy..

Sedikit sekali modifikasi yang gue lakukan di tantangan KBB ke 5 ini. Hmm brown sugar gue ganti dengan palm sugar. You know lah alasannya. Palm sugar jauh lebih mudah didapat daripada brown sugar di Endonesah.

Trus hmm paling gue percantik sedikit penampakan pie-nya, dengan menambahkan beberapa potong kulit pie yang di bentuk hati kecil. Gue susun aja di pinggiran loyang pie. Ama white chocolate gue ganti dengan dark chocolate:-)

Trus mungkin kulit pie-nya agak ketebalan dikit yaa..kalo lebih tipis lagi, mungkin bakal lebih cantik n lebih renyah.

Tapi secara keseluruhan, cukup berhasil lah hahahah..yang bikin pede bangettt..:-)
Yang penting enaaaakkkk..hehehe…

Ini resepnya. N gue selipin foto gue didalamnya. Mudah-mudahan ada gunanya:-)

Lunas deh utang gue..legaaa…:-)

Makasi untuk Mba Vin dan Mba Santi, host KBB#5..:-) Sakseeiiisss terus yaa..

KBB #5 : Banoffee Pie

Sumber: Foodtown Magazine. October-November 2007; Cuisine Magazine, November 2002. dengan modifikasi resep pastry dan filling.

Tingkat Kesulitan: Menantang. Untuk 4-6 potong.

Pastry:

300g tepung terigu, 150g mentega tawar, iris dadu, 5 sdM gula, 2 kuning telur, 3 sdM air dingin

Masukkan tepung, mentega dan gula di dalam food processor, lalu proses hingga tercampur rata, tambahkan kuning telur (memakai pulse, supaya mengadoninya kemungkinan besar dapat tercampur rata dengan kecepatan tinggi dan waktu yang pendek). Proses hingga menjadi remah-remah.

Tambahkan air sedikit demi sedikit. Jika remahnya menjadi lebih besar (maksudnya sudah terkumpul), matikan mesin dan periksa apakah pastry bisa dikumpulkan jadi satu jika ditekan-tekan menggunakan jari (tekannya pelan-pelan aja, just to make sure). Keluarkan ke atas meja kerja dan kumpulkan (jangan uleni) hingga membentuk bulatan besar. (cara yang paling baik adalah tidak dengan meremas2 adonan supaya tidak mendapatkan hasil pastry yang keras/rubbery. Kumpulkan adonan ke atas plastik, kalau bisa langsung dibentuk seperti bola lewat cara merapatkan seluruh ujung plastik menjadi satu sehingga membentuk bola, jadi tidak menggunakan jari jemari anda untuk membentuk apalagi meremas adonan.

Note: jika tidak mempunyai food processor, tepung bisa dicampur dengan mentega pakai jari hingga berbentuk remah-remah hanya saja jangan diremas-remas. Gunakan ujung2 jari jika ingin mencampurkan tepung dengan mentega.

Setelah terkumpul membentuk bola diamkan di kulkas selama kurang lebih 30 menit.

Banoffee Pie Compilation 1

Keluarkan dari kulkas, giling sehingga mencukupi untuk menutup 20-22cm flan tin atau loyang pie/tart.. Tekan-tekan hingga memadati seluruh dasar loyang. Trim pinggiran pie/tart lalu tusuk dasar pastry dengan garpu. Sisihkan sebentar selama 30 menit.

Banoffee Pie Compilation 2

Alasi kertas roti dan gunakan biji-bijian untuk menekan adonan supaya tidak menggelembung jika dipanggang. Panggang suhu 180C selama 12-15 menit atau hingga pastry kelihatan kecoklatan. (Lalu angkat kertas roti dan biji2an lalu panggang lagi selama 5 menit hingga dasar pastry mengering.)

Banoffee Pie Compilation 3

Filling :

75g mentega, 50g brown sugar, 3 sdM susu, 300g SKM, 2 buah pisang matang tapi tidak lembek, 300ml krim, ½ -1 cup white chocolate curls atau parut.

Masak mentega dengan gula hingga mentega leleh dan gula larut. Didihkan dan masak selama 1 menit (dengan api kecil), sambil diaduk-aduk menggunakan sendok kayu. Angkat dari api dan tambahkan susu dan SKM. Kembalikan ke atas api dan didihkan. Masak hingga 5-6 menit, diaduk-aduk hingga filling mengental dan berwarna kecoklatan. Dinginkan. (jika ingin mendapatkan efek runny, masaknya hanya sampai 4 menit saja).

Iris-iris pisang dan susun di dasar pastry yang sudah dipanggang. Tuang karamel lalu dinginkan di dalam kulkas selama 2 jam. Kocok krim hingga kaku lalu tuang ke atas pie/tart (boleh dengan cara mengolesi atau menyemprot dengan spuit, it’s the time to use your imagination!) Taburkan coklat serut di atas krim.

English Version

Banoffee Pies

Source: Foodtown Magazine. October-November 2007; Cuisine Magazine, November 2002. with adjustments of pastry making and filling.

Pastry

300g flour, 150g unsalted butter, diced, 5 Tbs sugar, 2 egg yolks, 3 Tbs cold water

Combine the flour, butter and sugar in the food processor and process until well mixed. Then mix in the egg yolks and process in small bursts until the mixture appears crumbly. Add the water a little at a time. As the crumbs get larger, turn the motor off and check that the pastry will come together when pressed between your fingers. Turn the mixture on to a clean board or bench and work very gently into a ball. Refrigerate for 30 minutes.

Roll out the dough to line 20-22cm flan or loose-bottomed tart tin, prick the base of the pastry with fork several times. Set aside for 30 minutes.

Preheat the oven to 180C. Line the base of the pastry with baking paper and beans, bake blind for 12-15 minutes or until the pastry turns golden brown. Remove the paper and beans. (Return the pastry base into the oven for 5 minutes or until the base becomes dry.)

Filling

75g butter, 50g brown sugar, 3 Tbs milk, 300g sweetened condensed milk, 2 firm bananas, 300ml cream, ½ -1 cup white chocolate curls atau grated white chocolate

Place the butter and sugar in a non-stick pan and heat gently until the butter melts and the sugar dissolves. Bring to the boil and simmer for one minute, stirring continuously using a wooden spoon. Remove from the heat and add the milk and condensed milk. Return to the heat and bring to the boil. Allow to gently bubble for 5-6 minutes, stirring continuously until the mixture thickens and turns a light golden brown. Cool slightly.

Cut the bananas and put them on the base of the pastry. Pour in the caramel mixture. Leave to cool then chill for at least 2 hours. Serve topped with the whipped cream, spooned or spread over the caramel, and the grated chocolate. (You can always use your piping bag and noozle! You are allowed to use nuts if you’d like). Makes 4-6.

Choco Buttercake

Choco Buttercake


Ini hasil modifikasi dari Basic Buttercake dipostingan gue sebelumnya. Ternyata resep aslinya (Basic Buttercake) sama persis dengan resep Primarasa. Gue namain Choco Butter cake. Jauh lebih lembut, dan jadi gampang ngabisinnya hehehe..

Modifikasi-nya gue warnain merah yaa..

Oya, jangan tertipu sodara-sodara dengan bunga dari sugarpaste/gumpaste ini. Itu beli jadi hehe. Walo sebenernya (teorinya sih hehe) bikinnya ga susah-susah amat, tapi buat gue jauh lebih gampang beli jadi ajah hehehe..banyak kok di toko Mira, Hasyim Ashari, Jkt.

Choco Buttercake
Source : Primarasa n Milis NCC
Modifikasi oleh Anne

Bahan :
120 gr butter (100 gr butter)
1/2 sdt vanili
250 gr gula pasir (200 gr gula)
2 butir telur (3 butir telur)
200 gr tepung terigu
1 sdt baking powder
150 ml susu segar (100 ml susu segar plus 50 ml susu kental manis coklat)
100 gr dark cooking chocolate yang dilelehkan dengan 20 gr butter
50 gr chocolate chips (ato sesuai selera)

Cara membuat :
– Mixer mentega, gula, vanili hingga kembang dan warnanya menjadi pucat, masukkan telur, mixer lagi hingga tercampur rata dan mengembang.
– Masukkan tepung (plus BP) dan susu (plus susu kental coklat) secara bergantian sambil dimixer dengan kecepatan rendah (slow) hingga rata.
Tuang coklat leleh ke dalam adonan, aduk rata.
Masukkan chocolate chips, aduk rata.
– Tuang (tidak penuh, 3/4 saja) ke dalam papercup.
– Panggang dengan suhu 160 derajat Celcius selama 25 menit.

Basic Buttercake

Basic Buttercake



Untuk ultah ke dua Jasmine, cupcake-nya gue pake resep Basic Buttercake yang beredar di milis NCC. Kalo ga salah diposting oleh empunya milis, Mba Fatmah Bahalwan. Makasi Mba Fatma.

Ini resepnya. Di lain waktu, resep ini gue modif dengan menambahkan telur, dark cooking chocolate yang dilelehkan dengan butter, susu kental manis coklat, chocolate chips, dan lain-lain sehingga menjadi lebih lembut, dan nyoklat. Nanti gue posting juga deyy..

Basic Buttercake
Source : Fatmah Bahalwan (milis NCC)

Bahan :
120 gr butter
1/2 sdt vanili
250 gr gula pasir
2 butir telur
200 gr tepung terigu
1 sdt baking powder
150 ml susu segar

Cara membuat :
– Mixer mentega, gula, vanili hingga kembang dan warnanya menjadi pucat, masukkan telur, mixer lagi hingga tercampur rata dan mengembang.
– Masukkan tepung (plus BP) dan susu secara bergantian sambil dimixer dengan kecepatan rendah (slow) hingga rata.
– Tuang (tidak penuh, 3/4 saja) ke dalam papercup.
– Panggang dengan suhu 160 derajat Celcius selama 25 menit.

Hasil akhir Basic Buttercake ini kokoh sekali. Cucok banget untuk cake yang bakal didekor macem-macem. Tapi buat sebagian orang mungkin terlalu keras yaa. Kalo gue sih doyan-doyan ajah..namanya juga r***s hehehe..

Trus dekornya buttercream dengan kupu-kupu/bunga kecil dari fondant. Dibawah ini gue pake photo-photo waktu bikin cupcake untuk temenku yang ngelahirin anak keduanya. Waktu ultah Jasmine, boro-boro deh motret step by step bgini hehe..

Biasa deh, dikasi buttercream dengan menggunakan spuit Wilton 1M. Hasilnya akan lebih cantik jika swirl dibentuk dari dalam ke luar. Jadi ngebentuk swirl-nya dimulai dari dalam, sembari kantong segitiga ditekan, pelan-pelan diputar ke arah luar. Duh bahasanya..

Fondant yang telah diwarnai, digiles tipis, kmudian dicetak menggunakan cookie cutter, berbentuk kupu-kupu.

Trus kemudian dengan menggunakan alat patchwork ini (gue beli di toko Ani, Senen), ditekan sedikit ke fondant yang telah berbentuk kupu-kupu. Jadi deh motif timbul diatasnya. Lucu kan?

Siap deh diangkut :-) Nah dengan dasar kotak-kotak plastik putih ini, jadi gampang banget bawa-bawa cupcake. Tinggal dimasukin ke kotak plastik mika yang berukuran sama. Kalo mau lebih keren ya dimasukin ke kotak berbahan kardus yang desainnya keren. Beres deh..ga takut sesama cupcake senggolan..:-)

Kotak plastik putih itu gue beli dari Vitri. Vitri beli di Yogya katanya. Ga pernah liat juga sih di Jakarta. Berguna banget deh Vit. Thx ya Vit..:-)

Moccachino Cupcake

Moccachino Cupcake

Syukur alhamdulillah banget akhirnya aku sembuh juga dari flu berat yang membuatku terkapar beberapa hari. Baru kali ini deh perasaan, kena flu berat ampe ga bisa ngapa-ngapain.

Mungkin kolokan juga ya, karena hari pertama puasa ditinggal hubby ke luar negeri..hoaaaa..sahur masih bareng, tapi buka dah ga bareng hoaaa cedihnya diriku..langsung deh flu berat, terkapar..hubby pulang hari Sabtu, wahhh langsung segar. Hehehehe..padahal sebelum-sebelumnya ditinggal ke luar kota/negeri ga papa tuh. Karena puasa kali ya hehe..

Sekarang dah bisa posting lagi dehhh..alhamdulillah..

Selama Ramadhan, karena terkapar beberapa hari itu, jadi blom bikin macem-macem. Paling Mba Yani yang masak. Oya, hari pertama sahur sempet bikin ayam cabe ijo (ga pedes, karena gue kasi kecap dikit n cabe-nya dikiiit aja), trus bikin Gultik (tau ga Gultik yang terkenal di Blok M itu? Nah gue bikin itu tuh, enak sih, tapi aduuhh lupa di photo karena teler tadi, dah ga napsu ngapa-ngapain (tapi masih bisa bikin Gultik hehehehe), trus bikin Udang Jamur suka-suka a la gue, trus bikin Es Blewah/Kelapa Muda/Cincau untuk acara Ultah Fildza, putrinya Mba Dona yang dirayain dengan Buka Bersama Anak Yatim di Jl. Daksa.

Itu doang perasaan yang gue bikin selama Ramadhan. Sisanya Mba Yani..dan beliiii tentu saja. hehe.

Sekarang posting ini dulu ya. Mungkin kurang cocok dibulan Ramadhan, tapi ga tau juga deh, tergantung selera.

Sekedar alternatif aja siiyyy. Cara lain untuk menampilkan cake agar semakin ‘menggoda’. Potongan cake, dimasukkan ke dalam cangkir ato gelas kecil (bisa disemprot air kopi dikit), kemudian ditutup dengan whipped cream, trus dihias deh.

Cara menghiasnya bisa dengan menggunakan piping gel, ato susu kental manis (hehehe gampang kan? N irit hehehe), ato yaaa cara standar, pake whipped cream aja:-)


Agar makin pas, cake yang dimasukkan sebaiknya rasa kopi, mocca..jadilah Moccachino Cupcake:-)

P.S. Ide dari buku Cupcakes (Australian’s Women Weekly)

Chocolate Truffle Cake

Chocolate Truffle Cake


Setelah lama ga kumpul-kumpul, bulan lalu kami kumpul-kumpul lagi, di Hang Lekir. Ga rame sih, cuma berenam. Mba Emma sang tuan rumah dan sang guru, Mba Dona, Bunda Tuti, Mba Rurry, Vitri dan gue.

Kita bikin macem-macem. Chocolate Truffle Cake, Silk Cake, Green Tea Layer Cake, dll.

Masing-masing mengerjakan kuenya masing-masing hehe bahasanya aneh ya?


Sekarang gue mo laporan Chocolate Truffle Cake aja dulu.

Ini bikinan gue, yang polkadot. Sebelumnya pengen bikin motif yang lebih rame, kembang-kembang, ato semacam parsley begitu. Tapi kok yah akhirnya bikin yang simple juga hehehe..

Gimana caranya? Oyaa..motif digambarin di mika-nya, menggunakan coklat putih leleh. Bekukan sebentar, kemudian dilapis dengan coklat (berwarna coklat) leleh. Setelah agak mengeras baru deh mika dibentuk melingkar dan dimasukin sponge cake / truffle cream.

Cake ini bisa dibikin diameter kecil dengan menggunakan mika, ato jadi satu cake besar.
Untuk hasil terbaik, tentu gunakanlah bahan-bahan terbaik sesuai kemampuan. Coklat sebaiknya menggunakan couverture..hmm enaakk:-)


Chocolate Truffle Cake
Source : Mba Emma

Bahan:
Sponge cake diameter 18 (tinggi 3-4cm)/10 ptg diameter 8-tinggi 1 cm
Truffle cream
Coklat bubuk
Coklat hiasan

Truffle Cream:
50 ml air
50 g (3 sdm)glucose
2 lembar gelatine lembaran
300 g dark chocolate, lelehkan
600 g whipped cream

Cara membuat :
1. Rendam gelatin diair dingin hingga lunak, peras dan buang airnya.
2. Didihkan 50 ml air, masukan gelatin dan glucose, aduk rata hingga glucose dan gelatin larut.
3. Masukan cairan glucose + gelatin ke dalam coklat leleh, aduk rata hingga licin (bisa menggunakan balon whisk)
4. Campurkan adonan coklat tadi dengan whip cream aduk hingga semuanya tercampur rata.
5. Siapkan ring dilapisi plastik mika/plastik, letakan sponge cake ke dalam ring tersebut, tuang truffle cream, bekukan dalam freezer (bisa juga dibuat berlapis-lapis sesuai selera…-Anne).
6. hiasi permukaannya dengan coklat bubuk dan hiasan coklat.

Cake for Alessandra

Cake for Alessandra


Mo laporan ini dulu ah..

Sahabatku dari kecil -Olga Lambey- melahirkan putri pertamanya -Alessandra Aurelia Amran- minggu lalu, di Cibubur. Selain bawa kado, gue juga bikinin cake ini. Temanya sih masih mirip-mirip dengan yang biasa gue bikin, maklum bikinnya agak buru-buru (ahhh alasan..) jadi mati gaya gitu hehehe.. maksute temanya kok ga berubah-ubah gituu..:-)

Welcome Alessandra..we all love you..:-)

Fondant Cupcake

Fondant Cupcake


Ada sisa fondant nih, sisa dari cake untuk Oni itu:-) Gue jadiin dekor cupcake ajah, seperti ini.

Kalo mau lebih cepat, pinggirannya bisa dibuat dari sprinkle yang disusun rapi. Kan ada macem-macem tuh motifnya, ada hati, daun, badut, ikan, dan lain-lain. Ini contoh sprinkle berbentuk hati berwarna merah, pink dan putih.


Lumayan ya daripada ga didekor samsek;-)

Cake for Oni

Cake for Oni (nan gagal..)

Mo cerita dikit ahh. Bulan lalu gue kopdar dengan Oni dan Dita. Oni yang berdomisili di Chicago lagi liburan n pulkam bersama keluarganya selama skitar 3 bulan di Jakarta. Trus kita ketemuan deh:-)

Kbetulan hari itu Oni ultah. Gue bikinin cake ultah. Niatnya sih mo bikinin cake 2 tingkat, dengan dekor fondant, yang udah lamaaaa gue idam-idamkan untuk membuatnya hehehe. Tapi ternyataaa hehe gede di semangat doang..energi ga cukup hehehe (ditambah gangguan-gangguan dari krucil Jasmine). Akhirnya dibikin ga bertingkat. Yaaahh gagal deh membuat dekor idaman itu.

Trus hiks…dekor yang ini juga gagal,karena ga sesuai konsep jadi akhirnya main tambal sana-sini hehehe..fondant yang dah kering sebagian, tetep gue bentuk, jd banyak yang retak-retak. Maklum deh, dah malam jadi dah pegel ngulenin fondant. Maap ya Ni, cake-nya malu-maluin.

Tadinya dah mo batal bawa nih kue ke Oni. Tapi dipaksa bawa ama Oni..ya sutralah,mana pinggiran bawahnya ga gua tutup ama fondant lagi. Bikin tali dari fondant putus melulu (yaa secara fondantnya dah mule kering gituh)..akhirnya bgitu deh. Hehe..pagi-pagi gue liat, loh kok makin keliatan tuh ‘jeroan’nya hahaha..duuhh maap ya Ni..cake dari gue ancuuuuurrrrrrrrrrrrr…gue desperado, hiks..

Trus ketika Oni ngirimin photo ini, wow..gue takjub juga, cake gue terlihat jauhhh lebih cakep dari aslinya. Oni, dikau memang fotografer handal, mampu menutupi ancurnya cake bikinan-ku:-)

Walo ancur, tapi cake-nya enakk dongg hehe ya ga Ni, Dit? Syukur banget deh, sedih bisa terlupakan sementara hahaha.

Untuk cakenya, secara lagi bosen bin eneq ama coklat, gue bikin Orange Cake ajah. Hmmm enakkk, segeerr..mau lagi dan lagi..:-)

Gue modif sedikit resepnya, filling gue ganti dengan vla orange, ditambah jeruk mandarin kalengan yang disusun diatasnya. Pake resep vla kue sus, yang gue kasi konsentrat orange (Nutrisari hehehe). Lumayan-lah.

Trus gue pake resep Orange Cake dari Mba Ita Kustina. Mba Ita, makasi banyak untuk resepnya yaaa..uenaakkkk sekaliii..;-)

Anyway, senang sekali bisa kumpul dengan teman-teman baru sesama foodblogger. 2 hari yang lalu kita dah ngumpul lagi. Makasi Oni, Dita..mudah-mudahan kita bisa berteman selamanya yaa..:-) Really nice to know both of you..:-)

Orange Cake
Source : Mbak Ita Kustina

Bahan :
375 gram mentega
2 Cup Gula halus
1 cup air jeruk sunkist (atau 1/4 cup orange consentrate + 1/4 cup air)
2 Cup Tepung terigu + 1 sendok teh Baking powder ayak
1 Cup almond bubuk
14 kuning telur
4 putih telur (atau kalau mau kurangi kolesterol 6 telur utuh), kocok lepas

Caranya :
· Jerang di atas api, mentega, gula dan air jeruk sampai mentega leleh, kemudian dinginkan ..
· Taruh tepung dan almond dalam baskom agak besar, lubangi tengahnya.
· Tuang campuran mentega dalam tepung, aduk dengan whisk perlahan sampai rata, usahakan ngaduknya searah supaya tepungnya gak meringkil meringkil.
· Masukan telur, aduk rata.
· Masukan dalam 3 loyang tipis ukuran 24 cm.
· Bakar sampai matang .

Filing :

50 gram maizena
50 gram gula
300 gram air
25 gram consentrate orange
1 sendok mentega leleh

Cara:

Campur maizena, gula, dan air, jerang sampai mengental. Masukan consentrate orange dan mentega, aduk sampai licin.

Penyelesain :
· Tumpuk kue dengan dilapis filing
· Garnis dengan buah-buah seger .

Cake for Raka

Cake for Raka

Temenku ngelahirin anak keduanya. Trus gue bikinin cake ini deh. Dilapis dengan buttercream, kemudian diberi mawar gulung dari fondant, diberi daun-daunan dari buttercream, dan ditulisin ‘Dear Raka’.
Warna menggunakan Teal, Aster Mauve, dan Kelly Green dari Wilton. Nyesel banget ga pake Wilton dari dulu. Warnanya bagus-bagus, jadi ga perlu dicampur-campur lagi untuk menghasilkan warna yang bagus dan ngga pasaran. Dan harganya juga ga terlalu mahal kok. Dipake dikit aja warnanya dah ‘keluar’.

Like it..like it..very much:-)