Sugarcraft Course (Kukis Hias)


Sekalian deh laporan kursus yang ini. Jangan eneq ya..kursus melulu. Menjelang ultah Jasmine, ikutan kursus Sugarcraft ini, supaya bisa bikin kukis hias untuk isian goody bag-nya. Ini laporannya..yang udah gue ketik lama hehe..

Asyiikk, ikutan kursus kukis hias. Mba Yenni, sang guru yang baik hati, adalah pemilik blog Bikinan Rumah. Beliau maniak craft alias kerajinan tangan. Mulai dari memanfaatkan kaleng bekas susu, kotak bekas makanan, seni menggulung kertas, dll. Semua jenis craft ada kursusnya masing-masing lho. Tinggal sesuaikan aja dengan jadwalnya. Biayanya juga relatif ga mahal kok, rata-rata sekitar Rp. 90 ribu.

Nah gue ikutan kelas SugarCraft, alias Kukis Hias. Excited banget. Soale Jasmine mo ultah, lumayan kan bisa bikin kukis hias untuk goody bag-nya.

Ini hasil karya gue di kursus itu. Masih kesulitan bikin permukaannya jadi rata. Maklum deh, namanya juga baru belajar. Selain itu juga menurut gue adonannya kelamaan dikocok, jd agak kekentalan gitu. Sok tauu deh gue, hihi correct me if I’m wrong. Lagian yang lain bisa kok bikin rata, knapa gue ngga. Artinya kesalahannya ada ditangan amatir gue hehe. Wadooo tetangga sebelah, bakat banget deh. Hasilnya bagus-bagus. Dan kreatif banget. Si beruang pake dikasi tas segala hehe.

Ini resep yang dipake untuk cookies dan icing sugarnya.

Kukis Hias ala Ginger Bread
Source : kursus SugarCraft di CraftMania

Bahan kukis :

Campur dan ayak bersama :

300 gr terigu protein rendah (kunci) +15 gr maizena

1 ½ sdm coklat bubuk
3 sdt bumbu lapis / spekoek
¼ sdt baking powder
¼ sdt soda kue
¼ sdt garam

100 gr margarin + 30 gr mentega (bisa 1:1…Anne)

140 gr gula palem
20 gr gula halus

2sdm madu (penting sebagai pengikat, ga bisa dihilangkan…Anne)
1 butir telur + 1 merah telur, kocok dengan garpu
1 bh jeruk lemon, parut kulitnya
1 sdm air jeruk lemon

Bahan icing sugar (kocok sampe kental, beri pewarna) :
200 gr gula halus
2 sdm air jeruk lemon (boleh diganti dengan air jeruk nipis…Anne)
1 butir putih telur

Cara membuat :

kocok mentega sampai pucat, masukkan gula palem sedikit demi sedikit sambil terus dikocok. Tuang madu, kocok lagi, masukkan telur, kulit jeruk dan air jeruk berturut-turut, kocok lagi sebentar.

Masukkan campuran tepung yang sudah diayak sedikit sedikit, aduk sampai rata.
Bagi adonan menjadi 2 bagian, simpan di kulkas selama 1-2 jam sampai keras.
Gilas (gunakan plastik sebagai cover adonan, agar tidak lengket ditangan dan hasil jadi lebih rapi…Anne) dan cetak (loyang tidak perlu dioles mentega…Anne). Panggang dengan oven (api sedang), hias dengan icing sugar.

Panggang sebentar lagi kukis yang sudah dihias, untuk mematangkan putih telur.

Ini hasil karya sang guru, yang kita jadiin contoh hari itu. Selain kukis berukuran besar ini, masih banyak sih kukis-kukis kecil lainnya :-)

Ini karya-karya peserta..

Nah abis ini, hasil karya gue dirumah untuk goodybag Jasmine bakal gue posting :-) hehe..

ChezLely Cooking Class

WOW..ini dia, Cooking Class of the Year. Yes, it really is.
Beruntung banget kami yang bisa ikutan cooking class ini. Bayangkan, dari harga normal sekitar Rp 500 ribu, kami hanya membayar Rp 50 ribu saja. Kenapa? Karena ada yang sponsorin…yaitu pihak Nestle.
Gileee..ini kelas hands on lho, masing-masing mempraktekkan resep yang diajarin, ga hanya demo aja. Walo hanya satu resep yang dipraktekin, tapi masih ada 4 resep lagi yang didemoin (cooking show).Udah gitu, pengajarnya juga orang yang sangat kompeten di bidang ini.
Yang pertama, Pak Adam. Beliau adalah Presiden Asosiasi…bla bla..haha maap, gue lupa, asosiasi apa ya? Asosiasi Kuliner ato apa ya? Ma’ap..lupa :-) Pak Adam ini juga pengajar tetap di ChezLely. Trus pengajar ke dua adalah Pak Cholid Effendy. Familiar? Iya, beliau yang sering muncul menjadi juri di acara Iron Chef di Indosiar itu. Pak Cholid ini mantan Presiden Asosiasi..bla bla tadi. Setelah 8 tahun menjabat, beliau mengundurkan diri, dengan alasan peremajaan.
Resep yang didemoin Pak Adam adalah Chicken Rolls with Mushroom Sauce. Resep ini yang ntar kita praktekin. Masing2 ntar bikin 4 porsi chicken roll lho..dan 4 porsi itu dibawa pulang ! Horeee….
Trus Pak Cholid ngedemoin Mini Chicken and Corn Tarts,
Corn Chowder,
Nescafe Float,
dan Nescafe Milk Shake Surprise .
Ketika mengajar, Pak Cholid pun memberikan beberapa tips penting.
Diantaranya :
– suhu kulkas yang pas adalah 5 -6 º C (karena pada suhu 7 º C bakteri sudah bisa hidup)
– Merebus telur hanya selama 8 menit (setelah air mendidih baru telur dimasukkan). Jika kelamaan (ditandai dengan adanya lingkaran berwarna biru mengelilingi kuning telur) zat gizi pada telur telah hilang.
– Tidak disarankan makan steak yang medium jika tidak dibarengi dengan minum wine sebelumnya. Karena bakteri-bakteri pada daging yang blom mati ketika dibakar, akan mati didalam ‘perut’ ketika bertemu dengan alkohol. Makanya buat umat Muslim yang mengharamkan minuman beralkohol, yah jangan sekali-kali makan steak medium deh..
– Dll dehh..
Ini laporan photo-photonya.

Wisudawan no. 1 : Andrie Anne :-)

Ki-ka : Uun, Apriani, Emma Isti, Ina Sadiman, Ritha, Nana Aldes, Wildona, Anne, Lilla, Henny Tuti.

Selain celemek Chezlely dan topi chef, masing-masing peserta membawa oleh-oleh ini lho dari sponsor :-)

Berphoto bersama Chef Cholid dan Chef Adam.

Resep seperti biasa, menyusul yaa…:-)

Ayam Bakar Pedas Manis


Ini dia ayam bakar favoritku. Di buku sih ga disebutin kalo ini ayam bakar Ganthari. Tapi rasanya samaaa deh. Soale judul bukunya ‘Jajanan Jakarta’. Nah, ayam bakar di Jakarta yang terkenal kan Ganthari..apalagi ya yang laen? *mikir dulu..apa ya..?* Yang jelas rasanya itu lho..sama..
Alhamdulillah, setelah sekian lama mencari-cari resep ayam ini, akhirnya dapet juga. Akhirnya gue ada ‘andalan’ juga kalo diajakin barbeque. Hehe..siapa takuutt??

Trus hehe saking semangatnya memotret ayam bakar hasil karya sendiri ini, lupa deh ama sambal tomatnya. Soalnya yang bikin si Mba hehe..jadi sambalnya ga ikut ke potret.

Buat teman-teman yang mungkin blom pernah nyobain ayam bakar Ganthari, ini resep yang patut dicoba. Mungkin bisa dijadikan resep andalan untuk berdagang. Rasanya..aduuhh, enaakkk deh. Cobain yahh..

Makin banyak olesannya, makin sedap. Kulit ayamnya jangan dibuang ya. Apalagi dibakar beneran dengan arang. Wanginya..hmmm. Kalo gue cuma pake bakaran yang diatas kompor itu lho hehe itu aja udah enaakk :-)

Hari itu suamiku ampe makan siang 3 kali lho..yg pertama, di tempat meeting (jam 11 siang). Yang kedua, nyampe rumah (jam 12.15), liat ada ayam bakar, makan lagi. Yang ke tiga, (jam 3 sore) mampir ke rumah bentar, eh makan lagi..whoaaaa…

Ayam Bakar Pedas Manis
Source : Buku ‘Jajanan Jakarta’ dari Primarasa

Bahan :
1 ekor (800 gr) ayam
8 butir bawang merah
4 siung bawang putih
1 sdt merica bubuk
1 -2 sdt garam
2 lembar daun salam
2 batang serai, memarkan
± 500 ml air kelapa

Olesan :
50 gr cabai merah, potong-potong
3 siung bawang putih
½ sdt garam
2 sdm minyak goreng
2 sdm gula merah sisir
1 sdm kecap manis
200 ml air

Sambal tomat :
2 sdm minyak goreng
8 buah cabai merah, potong-potong
5 buah cabe rawit
3 butir bawang merah
1 buah tomat
2 sdt terasi bakar
1 sdt garam
2 sdt gula merah sisir

Cara membuat :

Potong-potong ayam menjadi 4 bagian. Haluskan bawang merah, bawang putih, merica, garam. Lumuri ayam dengan bumbu halus, sisihkan sedikitnya 30 menit agar bumbu meresap.
Taruh ayam dan bumbu perendam dalam wajan, tambahkan daun salam, dan serai. Tuangi air kelapa, masak hingga mendidih, kecilkan apinya. Tutup wajan, masak hingga air habis dan ayam matang. Jaga jangan sampai ayam hancur, angkat.
Olesan : Haluskan cabai merah, bawang putih, dan garam. Panaskan minyak goreng dalam wajan, tumis bumbu halus hingga matang dan harum. Masukkan gula merah, kecap manis, dan air. Masak hingga bumbu benar-benar matang, angkat.
Panaskan pemanggang di atas api, taruh ayam di atasnya. Panggang ayam sambil dibalik-balik dan diolesi bumbu olesan hingga harum dan berwarna kecoklatan, angkat.
Sambal tomat : panaskan minyak goreng dalam wajan. Masukkan cabai merah, cabe rawit, bawang merah, tomat, dan terasi. Tumis hingga matang dan tomat lunak, angkat. Taruh diatas cobek, tambahkan garam dan gula merah, haluskan.
Taruh ayam bakar di atas piring saji, hidangkan selagi hangat dengan pelengkap sambal tomat.

Tulip Chocolate Course with Dapur Bunda-ers


What a hectic weekend..taelaa…Jumat tgl 8 Dec ikut kursus coklat di Tulip, trus Sabtu 9 Dec ikut kursus lagi di ChezLely..minta izin ke hubby juga dah dari jauh-jauh hari..supaya pada hari H-nya ga bawel hehe kasian Jasmine ditinggal-tinggal..Nggak kok nak..abis ini Mama break dulu kursusnya..ok?

Nah laporan Tulip dulu deh. Mba Ria Heliyanti (member Dapur Bunda) ngajakin kursus rame2 (via milis DB tentunya) di pabrik coklat Tulip di Narogong, Bekasi. Dengan biaya Rp 100 ribu, bakal dapet coklat compound 1 kg, trus baking demo, bikin praline, bulletin, dll.

Ikutan deh gank kita, uhuyy..Ada gue, Ervita, Emma Isti, Wita, Wildona, Bunda Heny Tuti (Love you, Mom! ), Ambar Rurry, Nana Aldes, Itha Seal, Ritha trus juga ada Vitri, Yuli, Vita Edible, siapa lagi ya..?? Rame deh..oya ada Mba Adhe Atmadja juga. Aduuuh camera-nya Mba Adhe, mau doonggg..hehe..total sekitar 30 orang :-)

Nyampe Tulip, disambut oleh Mba Lani, marketing-nya Tulip. trus langsung deh dijelasin soal coklat. Mulai dari suhu ruang yang pas, cara tempering, jenis-jenis coklat..ampe didemoin cara bikin praline (ada beberapa resep yang didemoin) dan satu jenis cake yang namanya Love Buzz. Hmmm cake-nya empuuk, dan cocok banget dengan fillingnya (raspberry sauce dan white chocolate cream).

Untuk resep, belakangan aja ya gue posting tersendiri. Sekarang cerita kursus-nya dulu ya..:-)

Ini ‘dapur bersih’ yang dipake untuk kelas hari itu.

Nah yang ini ibu-ibu cantik nan ganjen yang ga bisa liat camera on..*hoho…peace*

Depan ki-ka : Temennya Bunda Tuti, Bunda Henny Tuti, Nana Aldes, Ritha, Itha Seal (Anak Laut)

Belakang ki-ka : Wita (jilbab putih), Vitri (baju coklat), Yuli (baju kuning), Ambar Rurry (jilbab coklat), Ervita (baju putih)

Nah ini dia sang ‘provokator’ yang berhasil ngumpulin 30 orang dalam waktu sekejap hehe *hiperbola yak*..Ria Heliyanti

Ini chef yang ngajar, dari Tulip. Mba Arum dan Pak..sapa yah..lupa hoho..

Ini dia Love Buzz yang gue ceritain tadi. Gimana ga empuk, udah putih telurnya dikocok terpisah, dipanggangnya au bain marie lagi..enaakkk deh :-) Fillingnya juga mantaff, white cooking chocolate dipadu ma cream cheese..hmmm..trus dipadu lagi ma raspberry sauce..:-)

Ini lho bedanya coklat-coklat itu ..:-)
Yang kreatif nempelin si Mba yang duduk dibelakang gue (Hi Mba..siapa ya namanya? Blom kenalan hehe maap Mba). Gue hanya motretin aja..hihi

Termometer infrared yang gue taksir banget.

Gitu deh laporan kursus Tulipnya. Btw Mba Wita dah scanned resep-resepnya, berikut catatan-catatan selama kursus. Dah diposting juga dimilis DB. Kalo ada yang mau, bisa gue forward :-)

Oya, karena kita pulang pergi semobil, gue, Mba Emma Isti, Ervita, Mba Ambar Rurry, Vitri, Yuli..dijalan ngobrol ngalor ngidul ..mulai dari YZ dan ME hinga Aa Gym..hehe..seru banget hari itu..

Ampe ketemu di kursus laen ya..mmmuuaahhh..:-)

Buka Bersama Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa



Dapet email japri dari Mba Wildona, ngajakin urunan rame-rame utk berbuka puasa bersama anak yatim dan kaum dhuafa dari Yayasan Al-Irsyad di Petamburan, Jak-Pus. Ternyata respons teman-teman ‘pehobby memasak’ cukup luar biasa. Dari perkiraan hanya untuk 50 orang anak, akhirnya cukup untuk 130 anak lebih . Wow…what a surprise.

Pada hari H-nya, ternyata banyak sang donatur yang berhalangan datang. Seperti Ana (Panasonic), Itha (AnakLaut), Nana Aldes, Linda Dewi, Rifa Kurnia, Rita Fauziah, Mba Ermi Saidah (lupa deh, dateng ga yah? Maap Mba..) dll.

Yang dateng ada Wildona, Yoshi Indriani, Deisy Latizia, Ratna Yulita, dan Emma Isti. Mba Fatmah Bahalwan (suhu NCC) yang juga ternyata pengurus yayasan yatim piatu tersebut menyempatkan diri dateng.

Maap yah Mba-mbak kalo ada yang namanya ga kesebut :-)
Gue dateng bersama rombongan lengkap hehe, bersama suami, Jasmine, Mba Rum dan Mas Usup, driver. Kebetulan suamiku yang akan memberikan ‘sepatah dua patah kata’ untuk anak-anak yatim itu. Mo dibilang ceramah kok kayaknya ga pas, soale bukan ustadz ‘betulan’ :-)

Ini dia ‘ustadz’ Vijaya hihi..

Beginilah suasana bukber tersebut. Kata siapa internet ato cyber itu dunia maya? Teman-teman yang gue kenal dari milis ini akhirnya sudah seperti keluarga sendiri. Dan yang kita lakukan ini nyata, bukan maya, walo masih seujung kuku dibanding teman-teman lain yang mungkin dah bisa berbuat lebih banyak.

Mudah-mudahan niat berbagi kepada sesama ini terus terpelihara diantara kita, dan semangat kekeluargaan ini terus terjaga..Amiin..

Terima kasih ya Allah yang telah memberikan rezeki kepada kami sehingga bisa berbagi kepada yang membutuhkan, juga atas semua rahmat yang telah diberikan. Semoga kami makin mengerti bagaimana caranya bersyukur kepada-Mu..Amin ya rabbal alamin..

Jasmine asyik maen ama temen barunya..

Bawa tajil untuk buka bersama, gue bawa sus buah :-)

Kepala Ikan Kuah Menado

Suka makanan Menado? Suka ke Rest. Chamoe-chamoe? Mungkin tau dengan Kepala Ikan Kuah Menado ini. Dapet resepnya pula hasil browsing di internet (walo bukan resep dari Rest. Chamoe-chamoe ya..) Cobain bikin ahh..
Ternyata bikinnya ga susah lho. Pasti lebih enak jika ikannya yang bener-bener seger. Hmm seger deh..dan sehat..!
Oya, terimakasih Mbakyu..:-)
Kepala Ikan Kuah Menado
Source : www.dapurmbakyu.ch
Bahan:
1 bh kepala ikan kakap/kerapu besar
4 bh bawang merah, iris halus
3 bh cabe merah, iris halus
1 bh tomat besar, iris halus
2 sdm air jeruk nipis
3 cm jahe, memarkan
2 lbr daun jeruk
15 lbr daun kemangi
1 batang sereh, ambil bagian putihnya, memarkan
1 ltr air
Garam dan merica
Cara membuatnya:
Bersihkan kepala ikan dan rebus hingga masak. Masukkan semua sisa bahan dan biarkan kembali hingga mendidih. Icipi rasanya. Angkat dan sajikan.

Cupcake Tape


Jasmine mo ultah..emaknya latihan deh bikin cupcake. Minggu lalu bikin Rhum n Raisin Cupcake, nah minggu ini bikin Cupcake Tape, resep dari blog Uni Dewi. Secara emaknya penggemar cake tape.
Diputuskanlah untuk ultahnya Jasmine ntar pake Cupcake Tape ajah..rasanya lebih legit. Cake yang lain nyoklat semua soale. Bikinnya juga ga susah. Walo sebenernya, gue lebih doyan cake tape yang dulu pernah gue buat dan dimuat diblog ini. Link-nya ada disini. Hmm lebih berasa tape-nya, dan lebih moist ..
Tapi resep Uni Dewi ini mungkin lebih cocok untuk cupcake dibanding resep yang gue coba dulu, karena lebih kokoh.
Trus dapet oleh-oleh Green Tea Set dari Jepang dari Mba Wita, makasi banyak Mba..bagus banget:-) Tuh dipake utk nge-teh sore itu..sambil nyemil Cupcake Tape. Mmmmuahhh…
Kalo mau krenyes-krenyes gitu, taburan kejunya dibanyakin ajah. Selain penampilannya jadi lebih cantik, rasanya juga jadi lebih enak.

Cake Tape
Source : Primarasa (Modifikasi : Dewi Anwar)

Bahan :
– 8 butir telur
– 225 gr gula pasir kastor (kalo tapenya manis, kalo agak asem bisa pake 250gr )
– 200 gr tepung kunci biru
– 200 ml santan siap pakai
– 400 gr tape singkong yg matang/lunak, buang serat ditengahnya
– 1/4 sdt garam, masukan dalam tape
– 1 sdt vanila, campur kedalam santan
– 1 sdm emulsifier
– 1 sdt baking powder, campur kedalam tepung terigu
– 100gr keju cheedar parut utk taburan
Cara Membuat :
1. Haluskan tape singkong+ garam dengan sebagian santan (+ 75ml), bisa pake penghalus kentang ato blender. sisihkan.
2. Kocok telur dan gula sampai gula larut, masukan emulsifier, ngocok sampe mengembang dan kental (berjejak)
3. Masukan terigu + baking powder dengan cara diayak diatas adonan, aduk rata
4. Masukan tape secara bertahap, bergantian dengan santan, aduk hingga rata.
5. Tuang adonan keloyang tulban ato loyang muffin yg diberi cup paper, taburi keju parut
6. Oven sampai matang (keemasan) dengan suhu 160C selama 35 menit bila menggunakan loyang tulban, dan 180C selama 15 menit bila menggunakan loyang muffin.
Tips : keju parut bisa juga di ganti dengan kenari cincang.

Black Cherry Bread Pudding


Suka banget ama bread pudding (btw apa sih yang gue ga doyan? Hehe). Kalo ke Bread Talk pasti deh lirik-lirik. Trus waktu beli buku di Mba Femmy Jaco, ada buku yang isinya resep bread pudding semua. Waduuhhh boleh banget nih..
Trus tertarik banget ma resep yang ini. Blackberry diganti aja ama black cherry. Hasilnya..hmm seperti yang udah diduga. Enaakk..

Puding Roti Blackberry
Source : Buku ‘Puding Roti’ ari Tim Boga GPU (Gramedia)

Bahan :
½ kaleng blackberry / raspberry
2 butir telur
75 gr gula pasir
½ sdt vanili
200 cc susu cair
50 gr mentega/margarine, cairkan
8 lembar roti tawar tanpa kulit, potong-potong
4 sdm tepung roti
½ sdt kayu manis bubuk

Cara membuat :
Kocok telur, gula pasir, dan vanili, lalu campur dengan susu dan mentega cair, aduk rata.
Campur roti dengan campuran susu dan telur. Masukkan blackberry / raspberry dan tepung roti, beri kayu manis bubuk, aduk rata.
Tuang adonan dalam pinggan tahan panas / pyrex yang telah diolesi margarine. Panggang hingga matang selama ± 30 menit (gue pasang 180º C…Anne).

Dharmaputra Decorating Class


Ini laporan kursus buttercream di Dharmaputra. Hehe telat banget ya..
Dari dulu dah pengen banget kursus decorating dengan buttercream. Tapi kok ya mahal-mahal ya. Sempet juga latihan sendiri dirumah. Bikin mawar, kerang, keranjang, dan lain-lain. Tapi hasilnya kurang memuaskan.
Trus dapet kabar dari Mba Wita kalo kursus buttercream di Dharmaputra, Tanah Abang, murah. Cuma Rp 125 ribu, untuk beginner. Itu pun udah kelas praktek. Waahhh langsung tertarik dong.
Kursus disini ga pake daftar, tapi langsung dateng pada hari H. Kompakan deh kita berempat. Gue, Ervita, Devita dan satu temennya Devita, Dine (bener ga ya Dev?).
Yang ngajar lulusan Wilton, Boston. Itu salah satu alasan gue penasaran banget. Trus kita diajarin 15 macam bunga, beberapa pinggiran, dan binatang. Untuk bunga, diajarin bikin mawar, anggrek, kaca piring, kembang sepatu, anyelir, terompet, dahlia, teratai, seruni, dll. Untuk pinggiran diajarin bikin kerang, kerang silang, kerang double, dll. Untuk binatang diajarin kijang dan ayam.
Oya, kita juga diajarin secara kilat cara bikin cake, bolu gulung dan cara memoles buttercream pada cake.
Hmm menurut gue, dengan biaya yang lumayan ‘ringan’, ilmu yang didapat disini lumayan banget. Tinggal sering-sering aja praktekin/latihan dirumah.
Cuma yang ngajar emang agak ‘jutek’ sih. Udah gitu bawaannya buru-buru aja. Disaat kita lagi semangat-semangatnya latihan bikin mawar misalnya, eh seenaknya dicut begitu saja oleh beliau, sang guru, dengan alasan bosan. Lah dia sih bosan, tapi kita kan belum bisa. Kita protes, eh dia cuek aja. Mo marrrrahh deh, tapi yahhh ..
Apa karena murah ya? Apa harus begitu ya? Karena murah, kita jadi ga boleh expect macam-macam?
Akhirnya, demi melihat gelagat itu, gue membatin aja. Kalo ada sesuatu yang bikin pengen marrraaah, didalam hati gue ngomong ‘Ah sutra lah, kursus murraahh gitu lohh..’

Ini photo-photonya. Ayo, sang guru yang mana? Ga usah gue sebutin ya, takut kena lempar centong huahaha. Nah gank kita, ada dibelakang, dari kiri ke kanan : Dine, Devi, Ervita, n Anne.
But over all, gue salut juga ama Kursus Dharmaputra ini. Kelas yang diadain buanyak, padat..dengan biaya yang terjangkau. Boleh juga deh balik lagi nyobain kelas lain. Tapi, gurunya jangan yang jutek ya..hihi..
Ini hasil kursus-nya. Bagus-bagus ya..yang gue pajang paling atas (yang gede itu, yang deket judul) nah itu punya gue..udah keburu dimasukin ke kotak :-)

Chocolate Eve’s Pudding with Bitter Chocolate Sauce



Tiba-tiba suamiku nyuruh bikin sesuatu dari bukunya Jacqueline Bellefontaine. Katanya “Pasti enak Ma”. Gue bongkar-bongkar lagi isi bukunya. Emang banyak ternyata yang sedapp n blum gue bikin. Maklum deh, sekarang keranjingan beli buku kuliner. Jadi banyak resep-resep menggoda yang terlewat. Ga terasa, buku gue udah segini aja loohhh..baru juga 6 bulan belajar memasak. .yah segini sih belum seberapa lah dibanding temen-temen lain sang kolektor buku kuliner yang serius.

Trus..kembali ke buku Bellefontaine, begitu membuka halaman berikutnya, gue langsung ngeces melihat photo yang tersaji. Waahh harus dicoba nih. Ide yang brilian. Buah disusun, disiram selai, kemudian disiram adonan sponge cake, dioven. Trus terakhir, dihidangkan dengan bitter chocolate souce. Hmmm..

Ketika dioven, wangi apel panggang-nya menyebar ke seluruh penjuru dapur.

Oya, gue bikin satu kesalahan. Karena ga yakin mangkuk 1.1 liter gue itu bisa dioven apa ngga (tulisannya cuma bisa dimicrowave dan dishwasher..padahal microwave sekarang kan banyak yang bisa jadi oven juga, bisa bake maksudnya), jadilah gue pake loyang pie dari kaca ukuran 1.6 liter. Sok yakin aja..

Jadinya susunan buah ketipisan, juga lapisan sponge cakenya. Hoaaaa..mustinya sih dimasukin ke bowl gitu..hoaaa…ya ga papa deh :-0

Trus..ga punya raspberry, gue ganti ama strawberry. Trus biar cocok, selainya juga gue ganti ama selai strawberry. Port gue skip.

Hasilnya..not bad. Masih keliatan kok sponge cakenya. Rasanya..seperti pie, tapi crust berganti dengan sponge cake. Lebih enakk, menurut lidah gue :-)


Chocolate Eve’s Pudding with Bitter Chocolate Sauce
Source : ‘What’s Cooking Chocolate by Jacqueline Bellefontaine’ book

Ingredients :
225 g / 8 0z fresh or frozen raspberries
2 eating apples, peeled, cored and sliced thickly
4 tbsp seedless raspberry jam
2 tbsp port (optional)

Sponge topping :
50 g / 1 ¾ oz / 4 tbsp soft margarine
50 g / 1 ¾ oz/ 4 tbsp caster (superfine) sugar
75 g / 2 ¾ oz cup self-raising flour, sieved (strained)
50 g / 1 ¾ oz white chocolate, grated
1 egg
2 tbsp milk

Bitter chocolate sauce :
90 g / 3 oz dark chocolate
150 ml single (light) cream

Directions :

Place the apple slices and raspberries in a shallow 1.1 litre / 2 pint / 5 cup ovenproof dish.

Place the raspberry jam and port (if using) in a small pan and heat gently until the jam melts and combines with the port. Pour the mixture over the fruit.

Place all of the ingredients for the sponge topping in a large mixing bowl and beat until the mixture is smooth.

Spoon the sponge mixture over the fruit and level the top. Bake in preheated oven, 180 º C for 40 – 45 minutes or until the sponge is springy to the touch.

To make the sauce, break the chocolate into small pieces and place in a heavy-based saucepan with the cream. Heat gently, beating until smooth sauce is formed. Serve warm with the pudding.

Variation : Use dark chocolate in the sponge and top with apricot halves, covered with peach schnapps and apricot conserve.