Butterfly Cupcakes

Butterfly Cupcakes

Asyiikk, akhirnya gue perawanin juga tuh si penggilesan fondant itu. Good idea banget nih, fondant yang udah diberi motif dan dibentuk dengan cookie cutter, kmudian ditempelkan diatas cupcake yang dah diberi ganache.

Ketika jalan-jalan ke rumah Vitri sohibku, buka-buka bukunya yang segambreng, liat photo cupcake didekor seperti ini deh. Walo diatasnya dihias bunga sih, bukan kupu-kupu (dan bunga!) seperti gue. Gue lupa bukunya karya siapa, yang jelas buku luar deh.

Nahhh lumayan banget nih, kalo lagi dikejer waktu, ga sempet bikin dekor macem-macem, bikin seperti ini aja. Atasnya jangan kupu-kupu, karena perlu waktu lama untuk ngerasinnya. Liat aja photonya, ampe diganjal fondant sgala dulu. Yaa bikin bunga aja yang bisa dibentuk dengan cookie cutter aja. Sip kan..?

Oya, untuk cake-nya, gue eksperimen dengan resep brokus dari Teh Uceu. Ternyata asyik lho dibikin cupcake. Permukaannya alus, lumayan padat untuk cupcake…disini gue menggunakan papercup seperti ini, yang biasa dipake oleh Cupcake Momma.

Ketagihan deh ngedekor cupcake..seruu :-) *telat banget yak!*

Beef with Cheese Sauce plus Buttered Rice

Beef with Cheese Sauce plus Buttered Rice


Waktu liat penampakan dan resep ini di majalah Santap, langsung tertarik. Beef with Cheese Sauce, wow pasti yummy neehhh..

Hmm..yang harusnya pake daging has dalam, berhubung mahal, gue ganti dengan sirloin. Lumayan jauh beda harganya. Hehe..pengiritan.com

Truss..naah, kali ini gue iseng banget. Motret di samping kolam renang apartment gue. Hihi..sembari diliatin orang-orang yang lalu lalang, gue motret deh. Hahahha..mungkin Mba Rum -babysitter-nya Jasmine- yang nemenin gue (sambil bawain properti), maluu banget kali yaa..deg-degan juga kali dia kalo tau-tau ada temennya yang lewat hehehe..
Asli gue sok cuek aja tuh motret sambil diliatin haha..

Ini hasil photonya..lumayan kan (pede abizz), beda aja gitu suasananya. Gue seneng ada warna ijo daun-daunan. Seger :-)

Trus..kembali ke menu, lumayan bangett. Porsinya jangan banyak-banyak, takut eneq. Nasi dengan mentega, bukannya ga sehat lho. Please jangan samain mentega dengan margarin yaa. Mentega alias butter jelas-jelas jauh lebih sehat daripada margarin. So don’t worry..

Lagian ga tiap hari kan makan dengan menu seperti ini..:-)

K, selamat mencicipi..:-)

Beef with Cheese Sauce (Daging Saus Keju)
Source : Stephanus Hamy (Majalah Santap Edisi Ekslusif 2006)

Untuk 4-6 porsi

2 sdm mentega
3 siung bawang putih, cincang
1 buah bawang bombai, iris menjadi 8 bagian
400 ml susu evaporated
1 ½ sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
½ sdt merica hitam, tumbuk kasar
1 sdt garam
75 g keju cheddar, parut
500 g daging sapi has dalam, rebus sampai empuk, iris tipis memanjang

Untuk menumis daging
2 sdm minyak goreng
2 sdm mentega
5 siung bawang putih cincang

– Panaskan mentega, tumis bawang putih dan bawang bombai sampai harum. Masukkan susu, didihkan.
– Tambahkan larutan maizena, masak hingga saus agak kental. Bubuhi merica hitam, garam, dn sebagian keju parut (sisakan keju untuk taburan). Aduk rata.
– Masukkan daging rebus, masak sebentar. Angkat.
– Penyelesaian : tiriskan daging dari sausnya. Panaskan minyak dan mentega, tumis bawang putih sampai harum, masukkan daging, tumis sebentar hingga kuning keemasan.
– Siram daging tumis dengan sausnya, taburi dengan keju parut. Sajikan bersama nasi mentega.

Buttered Rice (Nasi Mentega)
Source : Stephanus Hamy (Majalah Santap Edisi Ekslusif 2006)

Untuk 4 porsi

2 sdm mentega
6 siung bawang putih, cincang
1 sdt garam
½ sdt merica bubuk
1 sdm seledri cincang
600 g nasi putih

– Panaskan minyak dan mentega. Tumis bawang putih sampai wangi. Tambahkan garam, merica, dan seledri. Aduk rata.
– Masukkan nasi, aduk hingga nasi tercampur rata dengan bumbu.
– Sajikan panas.

Puding Tape Ketan Hijau

Puding Tape Ketan Hijau

Sukaa deh ama tape ketan hijau. Rasanya menggigit. Cucok juga dibikin puding. Ini contohnya. Resep ini gue modif dengan menambahkan satu layer tambahan. Lapisan ijo bening ini gue buat dengan merebus air kelapa, bubuk agar-agar, potongan daging kelapa muda, selasih, dan gula. Lumayan, hasilnya cantik kan..?

Dan supaya lebih sehat, santan gue ganti dengan susu evaporated.

Puding Tape Ketan Hijau
Source : Buku ‘Puding dan Minuman Segar’ dari PM Pustaka

Bahan :
1 bungkus agar-agar
800 ml santan dari 1 ½ butir kelapa
100 g gula pasir
200 g tape ketan hijau
1 lembar daun pandan

Cara membuat :
Campur seluruh bahan kecuali tape. Aduk rata.
Didihkan sambil terus diaduk.
Masukkan tape, aduk selama 2 menit. Angkat dari api.
Tuang ke dalam cetakan pudding. Dinginkan.

Sweet Chilli Crab

Sweet Chilli Crab

Senengg banget ketika nemu buku ini di Toko Gunung Agung (TGA) di Senayan City. Isinya resep-resep dari hotel berbintang di Asia Pacific..wow..mulai dari appetisers, soups, salads, main courses, desserts, hingga spa cuisine.

Resep dari banyaaak hotel, diantaranya Hotel Hilton Beijing, The Dharmawangsa Jakarta, Shangri-La Jakarta, Grand Hyatt Seoul, Hilton Singapore, JW Marriot Hotel Bangkok, hingga The Ritz-Carlton Hong Kong, dll.

Dengan sekitar 3 buah photo berwarna ditiap halaman. Dan takaran bahan disajikan dalam beberapa konversi, yaitu Metric, Imperial, dan American.Disini gue menggunakan yang Metric. Dan..edisi yang gue beli ini adalah stock terakhir disana. Tuh kan..laku keras nek..yang gue bawa pulang aja dah ga ada seal plastiknya..:-)

Bagi yang demen masak, menurut gue buku ini adalah ‘Must Have Item’.

Dan yang bikin gue makin seneng adalah harganya yang cuma…75 ribu rups saja. Ok kan..? Kayaknya ini udah harga diskon deh..masak sih buku sebagus ini cuma segitu harganya :-)

Kembali ke menu hari ini. Yang satu ini, cukup istimewa. Kepiting gue ganti dengan rajungan. Bumbu ga njelimet, dan yang paling bikin gue seneng kalo dapet resep berikut waktu memasak yang detail, seperti ini. Asyik kann..?

Liat aja, Jasmine ikutan seneng. Ampe gangguin terus waktu Mama-nya motret. Nongol deh tuh tangannya secara ga disengaja hihihi..it’s ok, baby..I love you..:-)

Sweet Chilli Crab (Kepiting Bumbu Roedjak)
Source : Hotel Tugu Malang (‘Hotels a la Carte-Asia Pacific’ Book, Archipelago Press)

Serves 1-2

Ingredients

Crabs 600 g
Shallots 6
Garlic 5 cloves
Red chillies 10
Candle nuts 5
Ginger measuring 5 cm
Lemon grass 2 stalks
Cooking oil 4 tbsp
Thick coconut milk 250 ml
Sugar to taste
Salt to taste
Pepper to taste

Preparation

Cut the crabs and smash the shells. Set the top shell aside for garnishing. Process the shallots, garlic, red chillies and candle nuts until smooth.

Heat the oil in a frying pan, then fry the paste for about 5 minutes over high heat. Add the ginger and 1 stalk of lemon grass and continue frying for about 5 minutes.
Add the crabs and top shells, and continue frying for another 5 minutes. Add the coconut milk, sugar, salt and pepper. Lower the heat to medium and simmer for 15 to 20 minutes, then remove from the heat.
Arrange the crabs on a plate, pour the sauce over, then cover with the top shell. Garnish with the remaining stalk of lemon grass to serve.

Chocolate Cream Cheese Brownies

Chocolate Cream Cheese Brownies

Yang ini, uenak. Boleh deh direkomendasiin. Bikinnya juga gampang. Supaya lebih mantaff, gue tambahin chocolate chips di adonan coklatnya.
Brownies yang padat, chewy, uenakk deh. Cobain deh :-)

Chocolate Cream Cheese Brownies
Source : Buku ‘Kue Kering Potong’ oleh Indriani

150 g dark cooking chocolate, potong kecil
2 sdm mentega atau margarin
125 g tepung terigu
½ sdt baking powder
3 butir telur
1 ½ sdt vanilli
250 g gula pasir
75 g kacang walnut/mete, cincang
75 g cream cheese, lembutkan dalam suhu ruang

Cara membuat :
1. Panaskan oven 150 ℃. Olesi loyang ukuran 20x20x3 cm dengan margarin.
2. Lelehkan coklat dan mentega, dengan cara ditim, sisihkan.
3. Campur jadi satu tepung terigu, baking powder dan ½ sdt garam.
4. Dalam mangkuk kocok, kocok 2 telur dan 1 sdt vanilli. Secara bertahap masukkan 175 g gula pasir. Lanjutkan mengocok telur hingga kental dan berwarna kuning. Tambahkan bahan kering pada campuran telur. Kocok hingga rata. Masukkan campuran coklat, masukkan kacang, aduk rata.
5. Kocok cream cheese dan sisa gula hingga mengembang. Masukkan sisa telur dan ½ sdt vanilli.
6. Ratakan setengah bagian dari campuran coklat pada loyang. Tuang campuran keju diatasnya. Tuang campuran coklat diatasnya. Aduk-aduk hingga tercipta pola marmer. Panggang hingga matang selama 30 menit. Dinginkan, potong-potong.

Bitter-ballen

Bitter-ballen

Banyak resep bertebaran untuk bitterballen ini. Termasuk yang dengan modifikasi keju leleh didalamnya. Yummy banget ya keliatannya. Nah hari ini gue praktekin deh.

Ternyata bikinnya ga susah-susah amat kok (gaya ya gue..?). Agak ribet di ngebuletin-nya aja. Lainnya ngga. Kalo seneng yang krenyes-krenyes, bulatannya dibuat kecil aja, jadi kulit krenyesnya lebih berasa..:-)
Apalagi gue pake breadcrumb, bukan tepung panir biasa. Lebih krenyes rasanya.

Resep ini gue modif sedikit dengan menambahkan keju mozzarella parut didalam bitterballen. Yummy..!

Bitter-ballen
Source : Buku ‘Snack Gurih Goreng’ -nya Rinto Habsari

‘Merupakan makanan khas Belanda. Dibuat dari adonan ragout yang agak kental lalu dibentuk bola-bola mirip kelereng. Pilih tepung panir bertekstur halus atau agak kasar untuk mendapat hasil goreng yang bagus.’

2 sdm mentega/margarin
1 batang daun bawang, iris halus
150 g tepung terigu
400 ml susu
½ sdt garam
1 sdt merica bubuk
½ sdt pala bubuk
250 g fillet dada ayam rebus, cincang agak halus
50 g keju Cheddar, parut

Adonan salut :
200 g tepung panir baru yang berbutir halus
2 butir telur, kocok rata
Minyak untuk mengoreng

Lelehkan mentega/margarine, tumis daun bawang hingga harum dan layu. Masukkan tepung terigu, aduk cepat dan rata hingga berbutir, tuangi susu, garam, merica, dan pala, aduk rata. Masukkan ayam dan keju Cheddar, aduk rata. Angkat, sambil aduk-aduk hingga adonan dingin.

Bentuk adonan menjadi bola-bola sebesar kelereng, celupkan ke dalam tepung panir – telur kocok – tepung panir. Timang-timang bitterballen untuk membuang sisa tepung panir. Diamkan selama 20 menit agar adonan salut menempel sempurna.

Goreng dalam minyak banyak dan panas di atas api besar hingga berwarna kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan, sajikan.

Untuk 30 buah.

Brownies Kukus a la Teh Uceu

Brownies Kukus a la Teh Uceu

Suka penasaran deh kalo di milis dan di gank lagi ngebahas satu cake yang katanya uenakk. Mana resep berasal dari salah satu moderator milis Teras Kuliner yang gue ikuti. Kenal pula dengan Teh Uceu. Teteh yang ini memang ga pelit bagi-bagi ilmu.
Makasi untuk resepnya ya Teh..kapann ya kita ketemu lagi..?

Oya, brokus yang ini resep-nya memang mirip-mirip dengan Brownies Kukus Bunda Tyas, yang sering gue bikin. Bedanya, disini ditambahin air, dan beda dibeberapa takaran bahan. Juga disini ga pake pasta mocca.

Soal rasa, hmm sama enakknyaa..tergantung selera masing-masing deh. Kalo seneng cake yang lembut, lebih cocok pake resep Teh Uceu. Tapi kalo seneng cake yang lebih legit (minyaknya lebih banyak), coba deh resep Bunda Tyas.

Met bikin yaaa..:-)


Brownies Kukus a la Teh Uceu
Source : Teh Uceu

1. Telur 8 butir
Gula Pasir 350 gr
TBM 1 sdm

2. Terigu 200 gr
Coklat bubuk Van Houten 90 gr
Susu kental manis 1/2 klg

3. Air 200 cc
4. Minyak 250 cc
5. coklat meises/DCC (untuk taburan)

Cara Membuat :
1. Kocok telur, gula pasir dan TBM sampai putih mengembang.
2. Masukkan terigu, coklat bubuk dan susu kental manis.
3. Matikan mixer, kemudian tambahkan air dan minyak kedalam adonan.
4. Siapkan loyang ukuran 22 cm yang telah dialasi kertas roti.
5. Masukkan ½ bagian adonan kedalam loyang dan kukus selama 15 menit.
6. Taburi dengan coklat meises/DCC.
7. Kemudian isi dengan ½ bagian sisa adonan. Dikukus lagi selama 25 s/d 30 menit.setelah matang keluarkan brownies dari loyang dan dinginkan.

Tapas Prawns

Tapas Prawns

Dedicated to my cyberfriend, Dayana di Banda Aceh. Day, coba juga yang ini. Nggampang, ga kalah gampang dibanding Garlic Chilli Prawns, tapi soal rasa, juga ga kalah lezatos. Oya, supaya lebih berasa gurih, bumbu-bumbu gue banyakin hingga 2 kali lipatnya..nyemm..nyemm..:-)

Enak banget ya, tinggal di dekat pantai dengan ikan, udang, kerang, dll yang berlimpah. Pencemaran logam berat tentu ga separah Teluk Jakarta, am I right?

Trus, sebelum ada yang nanya nih, tapas itu setau gue adalah makanan ringan a la Mexico. Maklum, kurang familiar. Bener ga ya, Oni?

Tapi, di gue, berubah menjadi main course hehehe..

Tapas Prawns
Source : ‘Best Ever 500 Recipes’ book by Martha Day

‘These succulent prawns are simply irresistible as part of a tapas.’

Serves 4

30ml / 2 tbsp olive oil
4 garlic cloves, finely chopped
900g/2 lb raw Mediteranean prawns (large shrimp), peeled
40g/1 ½ 0z/3 tbsp butter
15ml/1 tbsp orange juice
Chopped fresh parley, to garnish

Heat the oil in a frying pan. Add the garlic cloves and cook for 1-2 minutes. Add the prawns and cook, turning gently, for 2 minutes. Stir in the butter and orange juice and cook until the prawns have changed colour. Sprinkle with chopped parsley.

Baronang Bakar Dabu-dabu

Baronang Bakar Dabu-dabu

Wow..siang-siang disaat diriku laper berat, trus makan ini..duh nikmeh banget. Ingin rasanya terbang ke Menado untuk menikmati makanan ini langsung dari sumbernya. Deket-deket Bunaken gitu deh. Aww sayang ticketnya mahal hehehe..

Bener deh, enak dan sehat. Nyam nyam nyam..


Baronang Bakar Dabu-dabu
Source : Majalah Santap edisi 02 /Juli ‘03

‘Bumbu dabu-dabu membuat ikan bakar lebih istimewa. Anda juga bisa memakai ikan lain.’

Untuk 4 porsi

1 ekor ikan (500 g) baronang, bersihkan, beri keratan pada badannya
2 sdm air jeruk nipis
2 sdt garam

Dabu-dabu
50 g cabai merah keriting
6 butir bawang merah
3 cm jahe
1 sdm air jeruk nipis
2 sdt gula pasir
2 sdt garam
3 sdm minyak goreng panas

– Lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan 15 menit.
– Campur semua bahan dabu-dabu kecuali minyak, haluskan. Setelah itu baru campurkan minyaknya.
– Siapkan bara arang. Bakar ikan hingga setengah matang, lalu olesi dengan bumbu dabu-dabu dan bakar terus sambil sekali-sekali diolesi bumbu sampai bumbu habis.
– Setelah matang dan kecoklatan, sajikan dengan lalapan segar dan sambal dabu-dabu segar.

Info nutrisi (per porsi)
Energi : 237,5 kalori
Lemak : 11,4 g
Kolesterol : 87,5 mg
Serat : 0,2 g

Laksa Lemak

Laksa Lemak


Judulnya sih agak serem yaa, lemak gitu loh..tapi jangan anti dulu, santannya agak encer kok (btw emang maksudnya lemak dari santan gitu?) :-)

Laksa a la Singapura ini lumayan banget sebagai variasi sehari-hari. Isinya kumplit. Ada karbohidratnya, ada proteinnya, ada vitamin dari sayurannya, dll..bisa sebagai one dish meal.Let’s cook lah..!

Oya, karena doyan ebi, jumlahnya gue tambahin hingga dua lipatnya..wangi daun kemangi yang gue gunakan, dipadu dengan wangi ebi..menggugah selera !

Laksa Lemak
Source : Buku ‘Kaki Lima Singapura’ dari Primarasa

Bahan :
150 g bihun kering
8 buah bakso ikan
200 g udang
2 buah tahu @ 6×6 cm
2 sdm minyak goreng
2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
1.000 ml santan, dari ½ butir kelapa
2 sdt garam
1 sdt merica bubuk
150 g taoge, buang akarnya
2 sdm bawang goreng
Daun laksa/daun kesum

Bumbu halus :
10 butir bwang merah
2 siung bawang putih
2 cm kunyit
4 butir kemiri sangrai
2 buah cabai merah
1 sdm ebi bubuk
1 – 2 sdt terasi

Cara membuat :

Seduh bihun dengan air panas hingga lunak, tiriskan. Iris tipis bakso, sisihkan. Kupas udang, buang kulit dan kepalanya. Potong tahu masing-masing menjadi 6 bagian, sisihkan.
Panaskan minyak goreng dalam wajan/panci, tumis bumbu halus. Masukkan serai, aduk hingga berbau harum. Tuangi santan, timba-timba santan hingga mendidih.
Masukkan bakso iris, udang, dan tahu. Tambahkan garam dan merica, kecilkan apinya, teruskan memasak hinga seluruh bahan cukup matang, angkat.
Penyajian : bagi bihun dalam 4 mangkuk, tambahkan taoge dan siramkan kuah panas berikut isinya. Taburi bawang goring dan daun laksa sesuai selera. Hidangkan selagi panas.

Tips :
Daun laksa atau daun kesum adalah bumbu khas yang digunakan untuk hidangan laksa. Bila tidak ada, bisa menggunakan daun kemangi, tentu saja aromanya akan sedikit berbeda.