Kepiting Goreng Mentega

Kepiting Goreng Mentega

Naaaa posting ini dulu deh..
Doyann deh ama kepiting ato rajungan. Disini gue pake rajungan. Trus trus kalo mau lebih enak lagi, jumlah sausnya dibanyakin yaa..bisa dua kali lipat deh..biar makin mak nyusss..


Kepiting Goreng Mentega
Source : Odilia Winneke

Bahan:
1-1,5 kg kepiting hidup yang bertelur
½ sdt garam
1 sdm air jeruk nipis
minyak sayur

Saus:
2 sdm mentega
50 g bawang Bombay, cincang
1 siung bawang putih, cincang
1 cm jahe, iris halus
100 ml air
1 sdm saus Inggris
1 sdm saus tiram
1 sdm kecap manis
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam
½ sdt cuka masak
½ sdt tepung kanji, larutkan dengan sedikit air

Cara membuat:
Matikan kepiting, potong-potong badan kepiting menjadi dua bagian. Buang kakinya, sikat hingga badan kepiting bersih. Tiriskan.
Perciki garam dan air jeruk nipis hingga rata.
Panaskan minyak banyak di atas api sedang. Goreng kepiting hingga matang dan kering. Angkat dan tiriskan.

Saus:
Panaskan mentega hingga leleh. Tumis bawang Bombay dan bawang putih hingga harum.
Masukkan bumbu lainnya kecuali larutan kanji. Didihkan.
Masukkan kepiting goreng, aduk rata.
Tuangi larutan kanji, aduk hingga kental. Angkat.
Sajikan panas.

Untuk 6 orang.

Hot Mocha Rum Shouffle

Hot Mocha Rum Shouffle

Gud morning eperibodih..senang sekalii bisa ngeblog lagee hehe..

Ditinggal selama seminggu untuk liburan ke Singapore dan Kuala Lumpur, bersama Mba Dona dan Jeng Nana, tentu bersama keluarga masing-masing.

Oooo baru tauuuu, ternyata beraattt ya liburan seminggu dengan anak 1 tahun 8 bulan, yang sedang lincah-lincahnya, sibuk lari kesana-kemari, ga mau dipegangin..tanpa membawa babysitter. Ampe sakit pinggang hahaha..maklum deh, emang gue bermasalah dengan tulang punggung. Duh duh..tapi jadi berkesan sekali. Hehehehe ..

Laporan liburan menyusul yaaa…:-)

Maap untuk Yenny n temen2 di S’pore yang ga sempet gue samperin..maap yaaa..maybe next visit yaa..

Naaah mo laporan ini dulu deehhh..

Nyobain bikin shouffle, tapi karena diameter cup dibagian atas lebih besar dibanding tengah/bawah, jadi ga gue penuhin, takut luber kmana-mana. Shouffle yang gue sering liat biasanya permukaannya rata, ga merekah seperti shouffle yang ini. Tapi kalo ngeliat photo di bukunya, emang bgini sih, tapi yaa ga terlalu merekah gitu.

Nah untuk antisipasi luberannya, cup gue beri dinding dari kertas roti. Prosedur yang biasanya dilakukan kalo membuat shouffle.

Buat gue, hasilnya terlalu pahit, kurang manis:-)

Hot Mocha Rum Souffles
Source : ‘Desserts, 500 Delicious Recipes’ Book, edited by Ann Kay

These light-as-air individual souffles, flavoured with cocoa and coffee, are ideal for serving after a fairly substantial main course.’

Serves 6

25g / 2 tbsp unsalted butter, melted
65g / 9 tbsp cocoa powder (unsweetened)
75g / 6 tbsp caster (superfine) sugar
60ml / 4 tbsp made-up strong black coffee
30ml / 2 tbsp dark rum
6 egg whites
Icing (confectioners’) sugar, for dusting

1. Preheat the oven to 190°C / 375°F. Grease six 250ml/1 cup souffle dishes with melted butter.
2. Mix 15ml/1 tbsp of the cocoa with 15ml/1 tbsp of the caster sugar in a bowl. Sprinkle the mixture into each of the dishes in turn, rotating them so that they are evenly coated.


3. Mix the remaining cocoa with the coffee and rum in a medium bowl.
4. Whisk the egg whites in a clean, grease-free bowl until they form firm peaks. Whisk in the remaining sugar. Stir a generous spoonful of the egg whites into the cocoa mixture to lighten it, then fold in the remaining whites.
5. Spoon the mixture into the prepared dishes, smoothing the tops. Place on a hot baking sheet, and bake for 12-15 minutes or until well risen. Serve immediately, dusted with icing sugar.

Cook’s Tip.
You can use either a hand or an electric version to beat the egg whites, but take care not to overbeat with the electric beaters. The whites should stand in soft peaks, with the tips gently flopping over. Overbeaten eggs will look dry.

Cake for Alessandra

Cake for Alessandra


Mo laporan ini dulu ah..

Sahabatku dari kecil -Olga Lambey- melahirkan putri pertamanya -Alessandra Aurelia Amran- minggu lalu, di Cibubur. Selain bawa kado, gue juga bikinin cake ini. Temanya sih masih mirip-mirip dengan yang biasa gue bikin, maklum bikinnya agak buru-buru (ahhh alasan..) jadi mati gaya gitu hehehe.. maksute temanya kok ga berubah-ubah gituu..:-)

Welcome Alessandra..we all love you..:-)

Ayam Mete

Ayam Mete


Dalam rangka ngabisin kacang mete yang dah disimpen lama, bikin ini deh. Aih gampang, bumbu ga banyak, tapi rasanya lumayannn..buat variasi. Enak kok. Love it!

Oya, ga punya cabai kering untuk taburan, gue pake cabe rawit ajah hehehe

Ayam Mete
Source : Majalah Santap, Mei 2005

2 sdm minyak goreng
2 siung bawang putih, cincang
300 g dada ayam tanpa tulang, potong tipis
1 ½ sdm kecap ikan
1 sdm kecap manis
¼ sdt garam
70 g kacang mete, panggang selama 10 menit
1 buah (50 g) bawang bombai, iris tipis
3 batang daun bawang, potong ukuran 5 cm

Taburan :
1 buah cabai merah, buang biji, potong serong tipis
8 buah cabai kering, iris 1 cm

Panaskan minyak dengan api sedang. Tumis bawang putih hingga harum dan warnanya berubah kekuningan (jangan sampai gosong agar tidak pahit). Masukkan ayam, masak selama 3 menit sambil aduk-aduk.
Beri kecap ikan, kecap manis, dan garam. Masak selama 3 menit. Tambahkan kacang mete, bawang bombai, dan daun bawang. Aduk rata. Masak sebentar selama 1 menit hingga matang, angkat. Taburi dengan potongan cabai merah dan cabai kering.

Energi : 271,8 kal
Protein : 19,2 g
Lemak : 20,5 g
Kolesterol : 42,8 mg

Me on Media

Me on Media

Hehehehe judulnya narsis yaa..hehhe

Ga papa deh. Walo ga bakat dan ga mau juga jadi seleb, tapi sempet juga deh beberapa kali muncul di tv dan majalah di negeri ini.Hehehe
Dalam lingkup kuliner, pertama kali muncul di sini, di Metro TV,bersama milis Dapur Bunda. Dah pernah laporan yaa..:-)

Yang kedua, di ANTV. Ini juga seru, karena menampilkan Gank HL sebagai komunitas kuliner. Berawal dari perkenalan dengan Melati Suryaningtyas (anchor di ANTV) di satu acara kursus di Hotel Mulia, Jak-sel. Trus ngobrol2, sampe akhirnya gue cerita mengenai Gank HL hehe. Trus Melati aka Tita menawarkan syuting, khusus membahas Gank HL ini..wahh disambut gembira oleh member Gank HL yang narsis, termasuk saya (wah ga konsisten, katanya ga bakat n ga mau jadi seleb hehehe) hehehe..walo akhirnya munculnya cuma sebentarr hehe

Kemudian ..ini lebih seru, karena gue dan Mba Emma mendampingi Chef Ncang membuat beberapa jenis masakan di acara Sendok Garpu di Jak-TV. Syutingnya seruu, karena chef Ncang itu orangnya seruu sekali hehe. Tentu bersama Gank HL juga, sebagai ibu-ibu arisan ceritanya hehe..


Ini syutingnya dah lamaaa banget, ga sempet bikin laporannya..sampe akhirnya lupa sendiri hehe..

Nah yang terakhir, blog ini masuk di Majalah Chip edisi khusus Semua Tentang Blogging sebagai contoh blog dengan content dan desain yang menarik, dalam kategori makanan. Bersama Teh Uceu, dan juga Tie :-)
Makasi Nia, sang penulis, untuk apresiasinya:-)

Senang juga jika apa yang kita lakukan di apresiasi oleh orang lain. Tapii kepuasannya jelas berbeda jika dibandingkan dengan kepuasan bisa berbagi, walo sedikit pengetahuan saja, dan jika blog ini benar-benar bermanfaat buat pembacanya. Karena Insya Allah pahalanya akan terus mengalir selama pengetahuan/ilmu/wawasan yang saya share itu bisa bermanfaat buat pembaca.

Tiee, hutangku lunas yaa..:-)

Mpek mpek Palembang

Mpek mpek Palembang


Ineeee, resep mpek-mpek lu gue contek yaaaaaa. Secara terkenal gituhh;-)

Dah 2 kali bikin mpek-mpek ini. Yang pertama waktu blom punya food processor, ngulenin pake tangan. Hasilnya, susah dibentuk euy adonannya. Mungkin karena ga tercampur rata, jadi adonannya kurang mantaff gitu..malah encer.

Yang kedua, setelah punya food processor, trus airnya gue kurangin dikiiit, yah dikurangin 20 ml doang kale, lebih gampang dibentuknya. Syukur alhamdulillah bentuk jadi lebih ‘ketauan’ dibanding pengalaman pertama hehehehe.

Nah untuk kuahnya, secara harus browse lagi di postingan Ine sebelumnya (dan gue dah keburu masuk dapur, inet dah dimatiin..too much explanation..??hihihi), jadi gue pake resep yang ada di majalah Sedap.

Jadi ketagihan nih bikin mpekmpek..:-)
Makasi ya Ne..


Mpek mpek ala Ine Sena
Source : blognya Ine Sena

Bahan :
200 gr ikan tenggiri (dingin)
Tepung sagu + 1/2 sdm peres tepung teng mien = 150 gr
125 ml air dingin (air sebaiknya ditimbang menjadi 125 gr, karna gelas ukur suka beda2 takarannya)
2 siung bawang putih, haluskan
2 sdt garam
3 sdt gula

Cara membuat :

– Haluskan ikan tenggiri, bumbu-bumbu, dan 50 ml air menggunakan food proccessor hingga menggumpal.
– Masukkan sisa air, proses hingga tercampur rata.
– Masukkan campuran tepung, proses hingga tercampur rata.
– Siapkan wadah datar yg cukup luas, taburi dengan tepung tapioka.
– Sendokkan adonan di atasnya, baluri kedua tangan dengan tepung tapioka, supaya ketika membentuk adonan tidak menempel di tangan. Bentuk adonan bulat panjang untuk bentuk lenjer, sedangkan untuk mpekmpek kapal selam, tinggal potong dari bentuk lenjer tadi, pegang dengan tangan kiri, tegakkan, buat lubang dengan menggunakan jempol tangan kanan dibantu dengan jari-jari lainnya (duch, ribet…), lalu isikan sesendok teh kocokan telur (pokoke setengah tinggi lubang, biar waktu ditutup telurnya ga meluap keluar karena kepenuhan), tutup lubang dengan merapatkan sisi-sisi lubang tadi dalam bentuk satu garis (gimanalah bentuk mpekmpek kapal selam).
– Rebus dalam air mendidih yg banyak dan sudah ditambahkan sedikit minyak goreng agar ketika direbus tidak berbusa dan hasilnya mengkilat. Khusus untuk mpekmpek kapal selam, setelah dibentuk harus segera direbus. Kalo nggak, isinya bakalan merembes keluar deh…
– Jika mau dihidangkan, goreng dengan api sedang.


Kuah mpekmpek
Source : Majalah Sedap edisi ..aduhh ngumpet majalahnya, edisi berapa yaa..?

Bahan saus cuko :
500 gula merah,sisir halus
2250 ml air
190 gr asam jawa
1 ½ sendok teh garam

Bumbu halus :
6 buah cabe rawit hijau
1 ½ sendok makan tongcai
11 siung bawang putih, haluskan

Cara :
Rebus gula merah dan air sampai larut. Saring. Tambahkan bumbu halus, asam jawa, dan garam. Masak sampai matang.

Spiegeleikuchen

Spiegeleikuchen

Menu hari ini, langsung ke dessert. Hmmm pertama kali liat photonya di Kedai Hamburg-nya Mba Retno, langsung ngeces..ngiler abis. Eh kebetulan pula nyimpen satu kaleng besar buah aprikot kalengan.

Rasanya asem-asem seger, gitu..kalo ga mau yang asem, mungkin bisa diganti dengan buah yang lebih manis seperti peach ngkali yaa..kalo yang ini kata gue, bukan kata Mba Retno hehehe.. buat yang seneng manis, pasti rasanya menjadi semakin mantafff..

Photo step by step pembuatan kue ini bisa diliat disini yaaa.. dibawah gue sertakan juga sedikit komen dari Mba Retno:-)

Oya,kelupaan,resepnya aku modif sedikit..supaya waktu memanggang lapisan 2 menjadi lebih cepat, gue tambahin telur kocok satu butir diadonannya. Eh hehehe belakangan baru tau kl ternyata vanille puddingpulver itu artinya semacam agar-agar gitu..nah sementara gue mengartikan bebas sebagai vanilli bubuk hahaha pantes, lama kerasnya. Gitu deh, jd kalo pake vanille puddingpulver beneran, ga akan perlu tambahan telur lagee hehehe..maklum deh, sok tau gue kumat lageeeeee…

Mba Retno, aku contek resepnya yaaa..makasi banyak Mba..:-)


“Spiegeleikuchen ini kalo diterjemahkan ke bhs. Indonesia jadinya Kue Ceplok telur. Memang setelah di tata buah Aprikose atau Apricot, tampilannya seperti ceplok telor. Sempat belajar kue jerman ini sama Mbak Yulis Huepper sewaktu masih di München. Bikinnya memang rada ribet sedikit, tapi nggak ada salahnya dicoba, jadinya lumayan agak banyak.”


Spiegeleikuchen
Source : Mba Retno


Bahan:

5 butir telur
250 g butter
250 g gula pasir
250 g tepung terigu
1 bks backpulver/baking powder
500 ml susu cair
1 bks Vanille puddingpulver
500 g atau 600 g schmand/sour cream
2 bks Tortenguss atau agar-agar
1 kaleng besar Aprikose (airnya dipisahkan 250 ml)
250 ml apfelsaft/juice apple

Cara:

Lapisan 1 (bolu): kocok 5 butir telur dan gula pasir dengan mixer kecepatan tinggi selama kira-kira 10 menit. Kemudian masukkan butter, kocok lagi setelah itu tambahkan tepung terigu dan backpulver, aduk rata. Masukkan adonan dalam loyang ukuran 28×40 cm. Panggang dalam oven suhu 200°C selama lebih kurang 15-20 menit. Sementara bolu di panggang buat lapisan 2 (putih).

Lapisan 2 (putih): 1 bungkus vanille puddingpulver campur dengan 2 sdm gula pasir, kemudian masukkan susu sedikit demi sedikit sampai tercampur rata. Masak sampai kental dan mendidih. Angkat, campur dengan schmand/sour cream sambil di aduk rata. Siram adonan ini di atas permukaan bolu (lapisan 1), kemudian panggang lagi dalam oven sekitar 15 menit. Tunggu sampai kue dingin, baru tata buah Aprikose diatas lapisan putih.

Lapisan 3 (bening): campur Tortenguss atau bisa diganti agar-agar dengan sisa air Aprikose (250 ml) dan 250 ml apfelsaft/juice Apple. Masak sampai kental dan mendidih. Siram di atas buah aprikose.

Nasi Buntut Bakar

Nasi Buntut Bakar

Tadinya mo kasi liat ke temen-temen, majalah Chip yang dah memasukkan blog ini sebagai salah satu food blog dengan content dan desain menarik. Tapi blom sempet motret majalahnya sih, ntar deh yaa..:-)

Suka rice bowl? Yang ini bisa jadi alternatif hidangan. Ga susah juga membuatnya. Tapi so far,kalo mengolah buntut, gue selalu menggunakan presto. Susah lunaknya kalo direbus doang. Mungkin butuh waktu yang lamaaa sekali. Sementara kalo menggunakan presto, hanya dalam 20 menit, sudah lunak.

Hmm panci presto apa ya yang harganya terjangkau tapi kualitasnya lumayan? Panci presto lama gue dah perlu diganti neh. Payah deh, beli yang mur-mer, ehh umurnya pendek banget. Pegangannya dah ampir copot, seal karetnya dah ga bekerja sempurna hehehe. Ada harga, ada rupa, begitu katanya hehehe.

Oya, harusnya kecapnya tidak sebanyak seperti yang diphoto gue, disini kecapnya emang gue tambahin:-)

Nasi Buntut Bakar
Source : Buku ‘Rice Bowl’ – Sisca Soewitomo

Bahan :
2 mangkuk nasi putih
2 sdm minyak goreng
500 gr buntut sapi
6 sdm kecap manis
2 sdm madu
2 lembar daun jeruk
1 cm jahe
2 batang serai, memarkan
1 liter air

Haluskan :
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt ketumbar, sangrai
¼ sdt jintan, sangrai
30 gr gula merah sisir
1 sdt garam
½ sdt merica bubuk

Cara membuat :
1. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum, masukkan buntut, kecap manis, madu, daun jeruk, jahe, serai, dan air, aduk rata.
2. Masak hingga buntut lunak dan kuah menyusut.
3. Panggang buntut hingga mengering, angkat.
4. Taruh nasi dalam mangkuk, tata buntut, tambahkan kuah bumbu merebus.
5. Sajikan hangat.

Brussel Sprouts Polonaise

Brussel Sprouts Polonaise

Makan sayur yuukkk…:-)

Resep aslinya menggunakan brussel sprout, sayuran yang seperti kol kecil berwarna hijau. Tapi gue ganti dengan cuciwis. Enyaakkk!


Brussel Sprouts Polonaise
Source : Buku ‘Olahan Lezat Sayuran’ dari Primarasa

Bahan :
500 g brussel sprout
1 sdt garam, untuk merendam
6 sdm mentega atau margarin
½ sdm air jeruk lemon
½ sdt garam
½ sdt merica bubuk
25 g tepung roti kasar
1 sdm peterseli cincang
1 kuning telur matang

Cara membuat :
Cuci brussel sprout dan buang daun terluar yang layu. Potong pangkalnya, biarkan utuh. Rebus brussel sprout bersama garam selama 10-12 menit atau hingga lunak, angkat, sisihkan.

Lelehkan 4 sdm mentega/margarine dalam wajan, masukkan brussel sprout, air jeruk lemon, garam dan merica. Aduk-aduk hingga tercampur rata, angkat.
Panaskan sisa mentega/margarine dengan api sedang hingga kecoklatan sambil diaduk-aduk. Masukkan tepung roti, masak hingga tepung kering dan berwarna kecoklatan. Tambahkan peterseli cincang, aduk-aduk, angkat.

Taruh kuning telur di dalam saringan di atas wadah. Tekan-tekan kuning telur dengan garpu hingga berjatuhan di dalam wadah.

Pindahkan brussel sprout tumis ke dalam piring saji. Taburkan tepung roti di atasnya, lalu taburi lagi dengan kuning telur, hidangkan.

Honey Chilli Chicken

Honey Chilli Chicken

Ayam lagee..ayam lagee. Herannya kok ga bosen-bosen yaa..
Nemu buku bagus ini di Gudang Buku – Pasar Festival. Toko buku yang cukup sering gue samperin. Harga buku disini miring abisss. Sebagian besar memang used books, tapi banyak juga yang baru, diambil dari toko buku terkemuka di Jakarta, seperti QB, Aksara, dll.

Seperti buku ini, diambil dari QB. Masih baru, tapi gue beli dengan harga miring doong.. Ahhh serasa di surga deh bisa beli buku bagus dengan harga miring:-) Hehehehe hiperbola abissss..


Honey Chilli Chicken
Source : ‘The Great Chicken Cookbook’, The Australian Women’s Weekly Cookbooks

1 tablespoon peanut oil
1kg chicken tenderloins, sliced thinly
1 tablespoon grated fresh ginger
3 red Thai chillies, seeded, chopped finely
1 large red capsicum (350g), sliced thickly
1 teaspoon cornflour
1 tablespoon soy sauce
1/3 cup lemon juice (80ml)
¼ cup honey (60ml)
4 green onions,chopped finely

Heat half of the oil in wok or large frying pan; stir-fry chicken, ginger and chilli, in batches, until chicken is browned.
Heat remaining oil in wok; stir-fry capsicum until just tender.
Blend cornflour in small jug with sauce, stir in juice and honey. Return chicken mixture to wok with honey mixture; cook, stirring, until mixture boils and thickens. Sprinkle with onion just before serving.

Serves 4

Serving suggestions
Serve with noodles or steamed rice.