Spiegeleikuchen

Spiegeleikuchen

Menu hari ini, langsung ke dessert. Hmmm pertama kali liat photonya di Kedai Hamburg-nya Mba Retno, langsung ngeces..ngiler abis. Eh kebetulan pula nyimpen satu kaleng besar buah aprikot kalengan.

Rasanya asem-asem seger, gitu..kalo ga mau yang asem, mungkin bisa diganti dengan buah yang lebih manis seperti peach ngkali yaa..kalo yang ini kata gue, bukan kata Mba Retno hehehe.. buat yang seneng manis, pasti rasanya menjadi semakin mantafff..

Photo step by step pembuatan kue ini bisa diliat disini yaaa.. dibawah gue sertakan juga sedikit komen dari Mba Retno:-)

Oya,kelupaan,resepnya aku modif sedikit..supaya waktu memanggang lapisan 2 menjadi lebih cepat, gue tambahin telur kocok satu butir diadonannya. Eh hehehe belakangan baru tau kl ternyata vanille puddingpulver itu artinya semacam agar-agar gitu..nah sementara gue mengartikan bebas sebagai vanilli bubuk hahaha pantes, lama kerasnya. Gitu deh, jd kalo pake vanille puddingpulver beneran, ga akan perlu tambahan telur lagee hehehe..maklum deh, sok tau gue kumat lageeeeee…

Mba Retno, aku contek resepnya yaaa..makasi banyak Mba..:-)


“Spiegeleikuchen ini kalo diterjemahkan ke bhs. Indonesia jadinya Kue Ceplok telur. Memang setelah di tata buah Aprikose atau Apricot, tampilannya seperti ceplok telor. Sempat belajar kue jerman ini sama Mbak Yulis Huepper sewaktu masih di München. Bikinnya memang rada ribet sedikit, tapi nggak ada salahnya dicoba, jadinya lumayan agak banyak.”


Spiegeleikuchen
Source : Mba Retno


Bahan:

5 butir telur
250 g butter
250 g gula pasir
250 g tepung terigu
1 bks backpulver/baking powder
500 ml susu cair
1 bks Vanille puddingpulver
500 g atau 600 g schmand/sour cream
2 bks Tortenguss atau agar-agar
1 kaleng besar Aprikose (airnya dipisahkan 250 ml)
250 ml apfelsaft/juice apple

Cara:

Lapisan 1 (bolu): kocok 5 butir telur dan gula pasir dengan mixer kecepatan tinggi selama kira-kira 10 menit. Kemudian masukkan butter, kocok lagi setelah itu tambahkan tepung terigu dan backpulver, aduk rata. Masukkan adonan dalam loyang ukuran 28×40 cm. Panggang dalam oven suhu 200°C selama lebih kurang 15-20 menit. Sementara bolu di panggang buat lapisan 2 (putih).

Lapisan 2 (putih): 1 bungkus vanille puddingpulver campur dengan 2 sdm gula pasir, kemudian masukkan susu sedikit demi sedikit sampai tercampur rata. Masak sampai kental dan mendidih. Angkat, campur dengan schmand/sour cream sambil di aduk rata. Siram adonan ini di atas permukaan bolu (lapisan 1), kemudian panggang lagi dalam oven sekitar 15 menit. Tunggu sampai kue dingin, baru tata buah Aprikose diatas lapisan putih.

Lapisan 3 (bening): campur Tortenguss atau bisa diganti agar-agar dengan sisa air Aprikose (250 ml) dan 250 ml apfelsaft/juice Apple. Masak sampai kental dan mendidih. Siram di atas buah aprikose.

15 thoughts on “Spiegeleikuchen

  • August 7, 2007 at 1:02 am
    Permalink

    Wah..anne emang top deh. Aku aja waktu itu musti di ajarin dulu sama pakarnya spiegeleiküchen baru deh bisa.

    Reply
  • August 7, 2007 at 9:48 am
    Permalink

    Hi… salam kenal ya, mbak anne. Gambarnya bener2 menggiurkan d..wakkk tambah gendut d gue hehehe. Mau tanya donk, vanille puddingpulver itu apa ya? Thanks ya.

    Evy

    Reply
  • August 7, 2007 at 1:47 pm
    Permalink

    Let’s bake together..(jadi inget lagunya BBB, ‘Let’s dance together hehehehe), tadi baru dikasi tau ama Mba Retno, vanille puddingpulver itu semacam agar2 tp lebih lembek.Waktu bikin kue ini, aku translasi bebas menjadi bubuk vanilli hehehehehehe biasa, tukang kue sok tau:-)

    Reply
  • August 7, 2007 at 1:50 pm
    Permalink

    seger nih, cocok buat summer, nyomot ah hehehe…

    Reply
  • August 8, 2007 at 1:13 pm
    Permalink

    Vanille puddingpulver/pudding powder (puding rasa vanili) kalo di jerman kandungan utamanya cornstarch (tepung maizena?), umumnya klo di bikin pudding dicampur susu dulu hasilnya cenderung seperti vla kental, mirip vla isinya kue soes yg bikinan sendiri (bukan soes Merdeka). Kalo Tortenguss lebih mirip agar-agar. Anne, bikinnya udah bagus koq.

    Reply
  • August 8, 2007 at 1:14 pm
    Permalink

    wahhhhhhhhh aku pas mba Retno posting aja dan ngiler skg tambah lagi, bagi dunk “nadahin piring”

    Reply
  • August 13, 2007 at 6:41 am
    Permalink

    Mba Retno, siiippp makasi banyak utk penjelasannya Mba..maklum deh, disini ga familiar:-) Makasi ya Mba..mmuaahhhh..

    Reply
  • August 13, 2007 at 6:43 am
    Permalink

    Widya, nahhh itu diee, gue kok lupa yah beli dimana. Dah lama sih nyetoknya. Biasa deh, liat yg ‘aneh’ suka dibeli. Kl ga salah beli di Titan ato Mira, Hasyim Ashari. Duh lupa say..maapp yaa:-(

    Reply
  • August 15, 2007 at 1:27 am
    Permalink

    Anne, nambahin info lagi ya Vanille puddingpuver tuh kayaknya sih sama dengan custard powder.

    Reply
  • August 15, 2007 at 1:35 am
    Permalink

    Mba Retno,ooo. Emang sih, bgitu liat resepnya yg kebayang ama aku tuh custard. Makanya aku tambahin telur hehe. Kl ga salah custard powder itu bahannya kuning telur deh, CMIIW. Makasi ya Mba utk info tambahannya:-)

    Reply
  • March 10, 2014 at 6:23 am
    Permalink

    Hello Andrie,I am Mrs Singh from Malaysia. Selamat Tengah hari.Found yr Blog thru Dwiana.You have a lovely Blog, I would love to try out some of your cakes but dont understand Indonesian, only some of the words are same as Bahasa Malaysia, esp the ingredients. Would you consider writing the recipe ingredients in English,please? I know its more work esp. with yr lovely daughter, but is it possible? I have been to Jakarta and the cakes are lovely there.Terima Kasih and regards

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *